https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   22 July 2021 - 17:32 wib

PLN Fokus Layani Listrik RS dan Pabrik Oksigen

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero), Bob Saril bilang, salah satu fokus pelayanan listrik saat ini, adalah rumah sakit dan pabrik oksigen.

Demikian disampaikan Bob Saril dalam webinar media bertajuk “Perpanjangan Stimulus Listrik dari Pemerintah pada masa PPKM” yang digelar ruangenergi.com pada Kamis (22/7/2021). “Saat ini pabrik oksigen dan Rumah Sakit (RS) membutuhkan layanan dan daya listrik tinggi. Apalagi saat ini masih PPKM Darurat,” kata Bob.

Kata dia, untungnya sebagian besar RS sudah menjadi pelanggan premium PLN. "Sehingga semua RS sudah dilayani, minimal lebih dari 1 jalur pasokan. Apabila ada masalah dapat berpindah pasa jalur pasokan lainnya,” paparnya.

Sebagai informasi, jumlah RS yang dilayani oleh PLN untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan terdapat 349 RS. Untuk daerah Jawa-Bali terdapat 733 RS. Dan untuk daerah Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusatenggara terdapat 160 RS.

Sedangkan pabrik oksigen yang dilayani PLN di daerah Sumatera dan Kalimantan terdapat 23 pabrik. Untuk daerah Jawa-Bali terdapat 29 pabrik dan daerah Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusatenggara terdapat 31 pabrik.

Sementara Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memperpanjang stimulus listrik hingga Desember 2021. Dia juga menilai penyaluran dana subsidi itu juga lebih tepat sasaran. “Kebijakan ini sangat tepat sekali ditengah Pandemi saat ini. Program tersebut bentuk kehadiran dan perhatian negara terhadap masyarakat,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah memutuskan memperpanjang stimulus program ketenagalistrikan. Stimulus yang disiapkan antara lain berupa diskon tarif tenaga listrik, pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen 50%, serta pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum 50% sampai dengan triwulan IV atau hingga Desember 2021.
 
Menurut Mamit, stimulus ini memberikan sejumlah keuntungan. Seperti mengurangi beban masyarakat dan UMKM, yang terdampak ekonominya, imbas dari adanya Pandemi Covid-19. “Pemberian stimulus ini juga menjadi penggerak perekonomian. Menjaga daya beli masyarakat. Keuangan PLN juga tidak terdampak,” beber Mamit.

Namun kerugiannya kata dia, pemberian stimulus akan menambah beban keuangan negara. “Ini sebenarnya bukan kerugian. Ini membuktikan negara hadir ditengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Apa yang dijelaskan Mamit, stimulus tersebut tidak membebani keuangan PLN, dibenarkan Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, yang juga menjadi narasumber di acara diskusi media secara online. [tar]

 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Bakal Dijual Tahun Ini, Mazda Ungkap Mobil Listrik Pertamanya

Mazda Motor Corporation mengungkap mobil listrik pertama mereka, yakni Mazda MX-30 EV, yang bakal
berita-headline

Inersia

Dirikan Pabrik Baterai Terbesar, Indonesia Siap 'Bermain' di Pasar Mobil Listrik

Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan groundbreaking pabrik baterai Hyundai-LG di Kara
berita-headline

Inersia

Proses Parkir Porsche Taycan Kini Bisa Dikontrol dari Smartphone

Pabrikan mobil sport Jerman, Porsche, baru saja memperkenalkan update terbaru dari teknolo
berita-headline

Inersia

Ekspansi ke Sektor Otomotif, Xiaomi Daftarkan Unit Bisnis EV

Salah satu raksasa teknologi China, Xiaomi, dilaporkan telah menyelesaikan pendaftaran unit bisni
berita-headline

Inersia

Xiaomi Siap Ramaikan Pasar Mobil Listrik, Mobil Apple Apa Kabar?

Xiaomi mengabarkan telah menyelesaikan pendaftaran unit bisnis kendaraan listrik (EV) yang disebu