PLN Fokus Layani Listrik RS dan Pabrik Oksigen

IN
Oleh inilahcom
Kamis 22 Juli 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero), Bob Saril bilang, salah satu fokus pelayanan listrik saat ini, adalah rumah sakit dan pabrik oksigen.

Demikian disampaikan Bob Saril dalam webinar media bertajuk "Perpanjangan Stimulus Listrik dari Pemerintah pada masa PPKM" yang digelar ruangenergi.com pada Kamis (22/7/2021). "Saat ini pabrik oksigen dan Rumah Sakit (RS) membutuhkan layanan dan daya listrik tinggi. Apalagi saat ini masih PPKM Darurat," kata Bob.

Kata dia, untungnya sebagian besar RS sudah menjadi pelanggan premium PLN. "Sehingga semua RS sudah dilayani, minimal lebih dari 1 jalur pasokan. Apabila ada masalah dapat berpindah pasa jalur pasokan lainnya," paparnya.

Sebagai informasi, jumlah RS yang dilayani oleh PLN untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan terdapat 349 RS. Untuk daerah Jawa-Bali terdapat 733 RS. Dan untuk daerah Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusatenggara terdapat 160 RS.

Sedangkan pabrik oksigen yang dilayani PLN di daerah Sumatera dan Kalimantan terdapat 23 pabrik. Untuk daerah Jawa-Bali terdapat 29 pabrik dan daerah Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusatenggara terdapat 31 pabrik.

Sementara Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memperpanjang stimulus listrik hingga Desember 2021. Dia juga menilai penyaluran dana subsidi itu juga lebih tepat sasaran. "Kebijakan ini sangat tepat sekali ditengah Pandemi saat ini. Program tersebut bentuk kehadiran dan perhatian negara terhadap masyarakat," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah memutuskan memperpanjang stimulus program ketenagalistrikan. Stimulus yang disiapkan antara lain berupa diskon tarif tenaga listrik, pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen 50%, serta pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum 50% sampai dengan triwulan IV atau hingga Desember 2021.

Menurut Mamit, stimulus ini memberikan sejumlah keuntungan. Seperti mengurangi beban masyarakat dan UMKM, yang terdampak ekonominya, imbas dari adanya Pandemi Covid-19. "Pemberian stimulus ini juga menjadi penggerak perekonomian. Menjaga daya beli masyarakat. Keuangan PLN juga tidak terdampak," beber Mamit.

Namun kerugiannya kata dia, pemberian stimulus akan menambah beban keuangan negara. "Ini sebenarnya bukan kerugian. Ini membuktikan negara hadir ditengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Apa yang dijelaskan Mamit, stimulus tersebut tidak membebani keuangan PLN, dibenarkan Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, yang juga menjadi narasumber di acara diskusi media secara online. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA