https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   23 July 2021 - 18:00 wib

Heboh Oksigen Palsu, Masyarakat Harus Lebih Jeli

INILAHCOM, Jakarta - Belum reda rasanya melihat masyarakat sulit mencari tabung dan isi oksigen dalam dua minggu terakhir pada awal Juli 2021 karana terpapar covid-19.

Kini, justru masyarakat dihebohkan dengan oksigen palsu di daerah Jawa Timur.

Tepatnya di kawasan Tulungagung, Jawa Timur, masyarakat diterpa isu oksigen medis yang diduga palsu.

Hal tersebut ternyata bermula dari sejumlah peternak dan pedagang ikan hias yang biasa menggunakan oksigen untuk mengirim paket ikan hidup ke luar daerah.

Tidak disangka, ikan yang dikirim yang dikemas di dalam kantong plastik setelah diisi udara dari tabung oksigen, mati.

Melihat keresahan masyarakat, Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Farman menjelaskan, tabung oksigen yang dicurigai tersebut berisi oksigen asli.

Meski begitu, kadar oksigennya kurang, sehingga membuat ikan mati.

“Kami pastikan oksigen tidak palsu tetap kadarnya yang kurang,” kata Farman, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.

Perlu diketahui, standar kadar oksigen yang dibutuhkan untuk kepentingan medis adalah sekitar 99,5 persen.

Kini, Jumat, (23/07/2021), dalam keterangan Persnya, dia meluruskan adanya kabar oksigen pulsu tersebut.

Mengutip dari berbagai sumber, Farman memastikan tidak ada tabung oksigen palsu yang beredar di Tulungagung.

"Hari ini dilakukan pres rilis terkait adanya dugaan tabung oksigen palsu yang terjadi di Tulungagung, Jawa Timur. Barang bukti yang diamankan ada tabung gas ukuran enam meter kubik dan tabung gas satu meter kubik," kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (23/07/2021).

Sementara itu, Kombes Pol Farman, Dirreskrimsus polda jatim menjelaskan, bahwa kemarin ada berita viral adanya dugaan oksigen palsu.

Tim dari satreskrim Polres Tulungagung, satreskrim Polres Pacitan dan  Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penyelidikan.

"Setelah dilakukan pengecekan, bahwa dalam tangki tersebut ada kandungan oksigen dengan kadar 21,13 dan yang satu lagi 22,68. Artinya bahwa tabung oksigen atau oksigen dalam tabung oksigen tersebut bukan oksigen palsu," jelas Farman.

"Namun kadar oksigen yang ada di dalam tabung ukuran enam meter kubik tersebut yang digunakan untuk ikan koi tidak memenuhi standard 99,5 persen yang digunakan untuk medis," tambahnya.

Seharusnya kadar oksigen yang digunakan 99,5 persen, namun faktanya yang dimasukkan dalam plastik  tersebut oksigen dengan kadar 22,68.

"Hasil dari penyelidikan di BPBD Pacitan, dari 32 plus lima tabung besar yang sudah diisi di BPBD. Sudah digunakan di RSUD maupun di Puskesmas," katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan baik dari RSUD dan Puskesmas terhadap pasien yang menggunakan 32 plus lima tabung oksigen berisi 21 sampai 22 persen tidak ada yang berdampak.

"Sekali lagi kami jelaskan, bahwa tidak ada oksigen palsu yang beredar di Tulungagung. Namun yang digunakan di tulungagung untuk ikan yakni dengan kadar 21 dan 22 persen sehingga membuat ikan koi mati," tambahnya.

TELITI KANDUNGAN OKSIGEN

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama kepada INILAHCOM, Jumat, (23/07/2021), menjelaskan, pada dasarnya, barang palsu secara umum tidak bagus digunakan, terlebih oksigen.

Jika oksigen palsu kerap ditemukan di masyarakat, harus terlebih dahulu dilakukan pengecekan kadar yang terkadung di dalam tabung oksigen tersebut terdiri dari apa saja.

“Kalau ada bahan tertentu yang dimasukan di dalam sesuatu yang dihirup, oksigen menjadi berbahaya,” kata Tjandra Yoga.

Masih menurut Tjandra, ada beberapa jenis oksigen yang perlu diketahui masyarakat, berikut rinciannya:

1. Pertama adalah oksigen dalam bentuk gas. Oksigen yang tersedia dalam bentuk gas biasanya dishpan dalam tangki berbagai ukuran

2. Oksigen Cair Sistem oksigen cair merupakan terapi oksigen yang menggunakan tabung oksigen portable. Perangkat ini bisa diisi ulang dari reservoir oksigen

3. Oksigen Kosentrator merupakan perawatan terapi oksigen yang dihubungkan ke stop kontak listrik

Perangkat ini menarik udara dari ruangan, menghilangkan nitrogen dan kotoran di dalamnya sehingga pasien mendapatkan oksigen murni

4. Oksigen Portable yaitu sistem konsentrator oksigen portable yang merupakan terapi ukurant oksygen berukuran kecil.

Agar tidak terjadi kecemasan di tengah masyarakat, Tjandra Yoga menegaskan para pembuat oksigen harus mengikuti aturan yang berlaku dan diawasi pemerintah.

“Ikuti aturannya dari pemerintah yang mana yang benar,” tegas Tjandra.

Masyarakat juga diharapkan tidak panik dalam menanggapi hal ini.

Dia menambahkan, ikuti perkembangan informasi yang berkaitan dengan covid-19 dari sumber yang terpercaya.

“Pada masa pandemi covid ini berbagai hal muncul tentu saja. Kadang berlebihan di masyarakat, jadi anjurannya adalah menghubungi sumber - sumber yang benar. Sumber - sumber yang pasti. Sumber yang benar itu Dinas kesehatan, Kementerian Kesehatan, yang lebih tinggi lagi WHO, atau bisa juga memgecek di media resmi, misalnya cetak, televisi, dan online, jangan cek di tempat yang tidak resmi,” jelasnya.

BELI OKSIGEN DI TEMPAT YANG TERPERCAYA

Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi, kepada INILAHCOM, Jumat, (23/07/2021), menjelaskan pihak kasus oksigen tersebut harus dilaporkan pihak terkait agar bisa diselesaikan.

“Ini bahaya sekali kalau ada kasus seperti ini. Harus segera laporkan ke pihak Kepolisian ya,” ujarnya dalam pesan singkat.

Masih menurutnya, jika memang terdapat oksigen palsu yang beredar di masyarakat, hal ini jelas sangat tidak bermanfaat bagi yang menggunakan.

“Ini bahaya sekali karena kalau bukan oksigen orang pasti akan tidak akan mendapatkan manfaat dari peggunaan oksigen tersebut,” tambah Nadia.

Agar masyarakat tidak terkecoh dengan keberadaan oksigen palsu, Nadia mengimbau untuk membeli oksigen di tempat yang terpercaya.

“Beli di tempat resmi penjualan oksigen tidak mungkin secara online atau melalui pihak pihak yang sebetulnya bukan depot oksigen,” paparnya.


KEHILANGAN ANGGOTA KELUARGA KARENA SULIT CARI OKSIGEN DAN RUMAH SAKIT

Kabar tentang oksigen palsu langsung membuat Mubarok, teringat kisah perjuangan sang Ayah yang berusaha melawan covid-19.

Dia menjelaskan, betapa sulitnya mencari tabung dan isi oksigen di kala itu. Sang Ayah mengalami saturasi yang turus menurun.

Ketika itu, Kamis, (08/07/2021), hasil tes usap menunjukkan positif.  Setelah melapor ke Puskesmas di kawasan Depok, ternyata petugas tidak kunjung datang karena sudah mengalami kelebihan kapasitas.

Sambil terus berusaha mencari rumah sakit, dia juga mencari informasi untuk mendapati oksigen.

Kesulitan mencari rumah sakit dan ketika ada rumah sakit yang memeriksa Ayahnya juga membutuhkan oksigen. Sementara, oksigen di rumah sakit saat itu sedang tidak tersedia.

Akhirnya, Mubarak mencoba membawa Ayahnya ke rumah sakit lainnya. Tiba di RSUD Pasar Minggu, petugas kesehatan sempat memeriksa keadaan Ayahnya yang mengalami saturasi oksigen mencapai 65.

Namun, sayang, karena pasien sudah melebihi kapasitas rumah sakit, akhirnya dia bersama Ayahnya kembali pulang.

“Perawat RSUD Pasar Minggu sempat cek saturasi Ayah, di angka 65, perawat enggak bisa rawat karena kamar penuh. Subuh Minggu, 11Juli 2021, Ayah sudah tidak ada,” ungkap Mubarok.

KEMENTERIAN KESEHATAN TERUS BERUPAYA MENGATASI KELANGKAAN OKSIGEN

Kebutuhan oksigen medis melonjak seiring naiknya kasus COVID-19, bahkan di beberapa daerah dilaporkan terjadi kelangkaan stok.

Merespon hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah memaksimalkan kapasitas produksi oksigen nasional agar bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan medis.

Sebab, ketersediaan oksigen merupakan hal esensial yang harus segera dipenuhi ditengah kenaikan kasus COVID-19.

“Kami telah mendapatkan komitmen dari Kementerian Perindustrian agar konversi oksigen industri ke medis diberikan sampai 90 persen,” kata Menkes, seperti yang dikutip dari website resmI Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat, (23/07/2021).

Menkes menjabarkan di Indonesia kapasitas produksi oksigen pertahunnya mencapai 866.000 ton/tahun dengan utilisasi produksi pertahunnya 638.900 ribu, yang mana 75 persen digunakan untuk industri dan hanya 25 persen yang dipakai medis. Melalui konversi ini, maka jumlah oksigen yang bisa didapatkan untuk memenuhi kebutuhan nasional mencapai 575.000 ton.

Untuk saat ini, kapasitas oksigen yang ada akan dimaksimalkan di tujuh Provinsi di Jawa-Bali karena meningkatnya kasus COVID-19, sementara pasokan oksigen di RS semakin berkurang di tengah kebutuhan yang semakin tinggi.

Berdasarkan data Kemenkes, saat ini total kebutuhan oksigen untuk perawatan intensif dan isolasi pasien COVID-19 mencapai 1.928 ton/hari, sementara kapasitas yang tersedia ada 2.262 ton/hari.

Dengan demikian, ditargetkan untuk wilayah Jawa-Bali bisa mensuplai oksigen sebanyak 2.262 ton/hari.

Diungkapkan Menkes, penyebab terjadinya kelangkaan stok oksigen di beberapa daerah disebabkan rantai distribusi yang belum optimal.

Untuk itu, pemerintah mengupayakan agar penyaluran ke daerah-daerah yang kasusnya tinggi lebih dipercepat.

“Kami menyadari ada isu terkait distribusi. Karena memang di Jawa Tengah adalah daerah paling sedikit produksi oksigennya, paling banyak di Jawa Barat dan Jawa Timur, jadi kita harus ada logistik yang disalurkan ke sana,” terangnya.

Menkes menambahkan, kesulitan lain yang dihadapi dalam proses distribusi oksigen adalah kurang liquidnya proses pengisian oksigen.

Hal ini disebabkan karena banyaknya RS yang menggunakan tabung, seiring dengan penambahan Tempat Tidur (TT) darurat, sehingga yang harusnya bisa dikirimkan dalam truk besar dan dipindahkan ke tanki besar, untuk kemudian disalurkan dalam jaringan oksigen, namun untuk saat ini harus dimasukkan ke dalam tabung-tabung. Ini turut mempengaruhi waktu pengisian oksigen.

Untuk memenuhi ruang-ruang perawatan darurat di RS, Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk melakukan impor tabung oksigen 6 meter kubik dan 1 meter kubik dalam waktu dekat ini.

CARA MENGATASI SATURASI OKSIGEN TURUN KETIKA TIDAK MEMILIKI BANTUAN OKSIGEN DI RUMAH

Mengecek kadar oksigen dalam tubuh terutama bagi pasien isolasi mandiri di rumah harus dilakukan secara berkala menggunakan alat puls oximeter.

Pengukuran saturasi oksigen untuk mengetahui kondisi saturasi, sehingga apabila saturasi rendah bisa segera dilakukan tindakan. Bagaimana caranya?

Cara sederhana yang bisa dilakukan saat pasien isolasi mandiri di rumah adalah teknik proning.

Teknik pernapasan ini, pasien harus dalam posisi berbaring tengkurap untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen.

Juga selama melakukan teknik ini, upayakan berada diruangan dengan sirkulasi udara yang baik.

Apabila teknik ini sudah sering dilakukan namun belum bisa meningkatkan saturasi oksigen dalam tubuh, segera ke fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Saat kasus covid-19 melonjak tajam pada Juni 2021 hingga kini, banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan tabung dan isi oksigen. Ketika saturasi oksigen di bawah 94, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

Mengutip dari akun resmi instagram @kemenkes_ri, ketika saturasi oksigen semakin turun, beberapa cara bisa dilakukan dengan proning.

Posisi 1: Berbaring di atas perut durasi 30 menit.

Posisikan kepala lebih rendah dari tubuh, tahan dengen satu bantal di bawah talang leher.

Bantal kedua, di atas area pelvis (pastikan perut memiliki cukup ruang untuk dilewati 1 tangan).

Bantal ketiga di bawah kaki.

Posisi 2: Duduk, dengan durasi 30 menit.

Bersandar dengan posisi punggung miring.

Posisi 3: Berbaring ke sisi kanan dengan durasi 30 menit.

Letakkan satu bantal di bawah kepala.

Kemudian letakkan bantal kedua di antara pinggang.

Setelah itu, letakkan bantal ke tiga di antara kaki.

Jagalah agar terus beralih di antara tiga posisi ini setiap 30 menit. Buat diri Anda senyaman mungkin. Pastikan juga ruangan memiliki ventilasi yang baik dan usahakan menghirup udara segar sebanyak mungkin. [rok]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Angka Pasien COVID-19 di RS Rujukan Pemprov DKI Jakarta Turun Signifikan

Penurunan jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan Pemprov DKI Jakarta terus mengalami penuruna
berita-headline

Viral

Kata Pakar Kesehatan Soal Tren Kasus Menurun, Maksimalkan Vaksinasi

Tren kasus terkonfirmasi positif covid-19 belakangan menurun. Menurut Ketua Bidang Data dan Tekno
berita-headline

Viral

Masyarakat Patuh jadi Kunci Atasi Gelombang Kedua

Untuk mencegah lonjakan kasus, cakupan vaksinasi akan terus ditingkatkan hingga mencapai 10 juta
berita-headline

Viral

Lagi, Muncul Varian Baru Covid-19, Bernama R.1

Cerita mutasi virus covid-19 belum usai. Pada hakekatnya, virus terus bermutasi dengan cepat dari
berita-headline

Viral

CT Value Rendah Tidak Bisa Gambarkan Varian Baru Mu?

Sebuah fenomena aneh yang terjadi pada sejumlah pasien covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Indrapura