https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   23 July 2021 - 19:45 wib

Era Pandemi, Ekonomi Berat, Tahun Ini Mentok 4%

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Memasuki tahun kedua, pandemi COVID-19 semakin ganas saja. Jumlah korban dan kasusnya naik signifikan. Dampaknya, ekonomi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) hancur lebur.

Center Of Reform on Economics (CORE) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi di level 3% hingga 4% pada 2021. Meski saat ini terdapat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. "Paling tidak terdapat dua alasan kenapa Indonesia masih bisa tumbuh tiga persen, jadi memang masih ada yang menahan," kata Direktur Eksekutif CORE, Mohammad Faisal dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Pertama, menurut dia, rendahnya dasar pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang terkontraksi 2,07 persen, sehingga kemungkinan untuk tumbuh positif pada tahun ini tentunya akan lebih besar. Selain itu, lanjut Faisal, PPKM saat ini tidak seketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menyebabkan ekonomi domestik terkontraksi cukup dalam, sehingga masyarakat masih bisa melakukan kegiatan ekonomi.

Kedua, tambah dia, melonjaknya kinerja ekspor yang luar biasa, yakni tumbuh hingga 60 persen pada triwulan II-2021, yang disebabkan oleh peningkatan harga komoditas global seperti minyak, yang naik mencapai 70 dolar AS per barel.

Sementara itu, ia melanjutkan, beberapa industri manufaktur seperti nikel di Morowali juga berhasil tumbuh tinggi pada tahun ini dan mempengaruhi ekspor Indonesia. "Rasanya belum pernah ekspor kita tumbuh setinggi ini, terakhir pada 2017 dan itu saja tumbuhnya 24 persen," ujar dia.

Oleh karena itu, Faisal meyakini bahwa implementasi PPKM tidak akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh di bawah tiga persen. "Meski impor dan konsumsi rumah tangga akan turun karena PPKM, tetapi ekspor dan sebagian investasi kemungkinan masih tumbuh tinggi," tutup Faisal. [tar]

 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan