https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 July 2021 - 20:00 wib

Jangan Ada Lagi yang Meninggal Saat Isoman

INILAHCOM, Jakarta – Isolasi mandiri (isoman) saat pandemi Covid-19 harusnya jadi solusi bagi pasien positif Covid tanpa gejala untuk sembuh. Namun kenyataannya, sudah 2.000an orang meninggal saat melakukan isoman di rumah.

Koalisi Warga Lapor Covid-19 mencatat sebanyak 2.641 pasien Covid-19 meninggal dunia saat menjalani isoman berdasarkan data hari ini, Sabtu (24/7/2021).

Lapor Covid-19 menyatakan data tersebut diperoleh dari tiga sumber. Pertama, data laporan yang diterima oleh tim relawan Lapor Covid-19, kemudian data kedua diperoleh dari komunitas yang berasal dari lembaga CISDI, dan data ketiga didapatkan dari data pemerintah yang hanya bersumber dari dinas provinsi DKI Jakarta.

Lapor Covid-19 mencatat jumlah kasus kematian warga saat isoman terbanyak di DKI Jakarta yakni sebanyak 1.215 kasus, atau 48,77 persen dari data laporan keseluruhan. Rinciannya, 1.161 data yang dilaporkan bersumber dari Dinkes DKI, sementara 54 kasus lainnya merupakan kumulatif laporan dari Lapor Covid-19.

“Sejauh ini baru Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang secara official mau terbuka mendata dan memberikan data kematian pasien isomannya sehingga bisa dianggap data yang ada di Jakarta sudah mendekati situasi real. Di daerah lain masih seperti fenomena puncak gunung es," tulis Lapor Covid-19 dalam laman resminya.

Jawa Barat jadi tertinggi kedua dengan 683 kasus warga meninggal saat isoman, dengan rincian 446 data yang bersumber dari CISDI, dan 237 lainnya dari Lapor Covid-19.

Posisi ketiga ada Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan kumulatif yang dilaporkan sebanyak 250 kasus yang bersumber dari data Lapor Covid-19. Lalu masih bersumber dari data Lapor Covid-19, posisi keempat ada Jawa Tengah dengan 142 kasus.

Apa Sebab Pasien Meninggal Saat Isoman

Pasien meninggal saat isoman umumnya disebabkan gejala pemburukan yang tidak mendapatkan pertolongan "Kita harus terbuka saja, banyak yang mestinya sudah dirawat di rumah sakit, dengan saturasi di bawah 94, bahkan mungkin saturasinya rendah sekali 80 atau 70, karena tidak dapat kamar (di rumah sakit) terpaksa dirawat dirumah," ucap Dokter Daeng M Faqih, SH, MH, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan gradasi keparahan infeksi sehingga seharusnya mendapatkan perawatan lebih. Gradasi pasien Covid-19 terdiri dari lima tahapan yakni OTG, ringan, sedang, berat dan kritis. Gejala pneumonia di antaranya napas jadi lebih cepat dan pendek. Jika diukur respiratori atau kecepatan napas mencapai 24 kali per menit.

"Itu sudah menunjukkan gejala gangguan napas, berarti dia sudah ada gejala pneumonia. Sudah masuk gradasi gejala sedang, bukan lagi gejala ringan, jadi tidak boleh lagi dilakukan isoman," imbuh Daeng.

Gejala kedua, meskipun napas tidak cepat tapi merasa sesak atau dada seperti tertekan dan sakit, itu termasuk gejala gangguan napas. Ketiga, terjadi sianosis, yakni kebiruan pada bibir, ujung tangan, juga ujung kuku.

Bagaimanapun, temuan tim Lapor Covid-19 perlu menjadi perhatian semua pihak. Temuan ini menunjukkan berbagai kelemahan dalam penanganan orang yang terpapar.

Pertama, rumah-rumah sakit dan fasilitas kesehatan tidak mampu menampung semua yang terpapar. Terbukti, banyaknya yang dirawat di luar rumah sakit."Yang meninggal saja kan jumlahnya mencapai 2.641. Pasti jumlah yang isoman berkali-kali lipat dari jumlah itu. Kebanyakan dari mereka itu memilih isoman karena tidak tertampung di rumah-rumah sakit dan faskes-faskes yang ada,” kata Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay kepada INILAHCOM, Sabtu (24/7/2021).

Fenomena ini juga menunjukkan keterbatasan tenaga medis yang tersedia. Buktinya, LaporCovid-19 menjelaskan bahwa mereka yang isoman tersebut tidak pernah didatangi atau dihubungi pihak tenaga medis. Ini bisa jadi karena tenaga medis yang ada terkonsentrasi di rumah-rumah sakit dan faskes-faskes.

"Kita sangat sedih melihat fakta ini. Sebab, mereka yang mendapat perhatian dan pengobatan serius pun banyak yang tidak bisa tertolong. Apalagi yang tidak diperhatikan dan tidak menerima pengobatan yang memadai,” ungkap anggota Komisi IX DPR itu.

Pemprov DKI Jakarta sebagai penyumbang pasien Covid-19 yang meninggal saat isoman terbanyak, tengah melakukan berbagai upaya untuk menekan laju kurva tersebut. Pemprov DKI membentuk Satgas Covid-19 hingga ke tingkat RT. Setiap rumah ditunjuk satu orang sebagai penghubung dalam melakukan koordinasi dengan pengurus RT setempat, puskesmas, dan Satgas Covid.

"Kami minta seluruh masyarakat agar yang isoman melaporkan. Kemudian nanti petugas memberi tanda di setiap rumah dan lebih baik selain isoman di rumah, di tempat tempat yang telah disediakan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Pemprov juga meminta masyarakat untuk selalu melaporkan perkembangan kondisi keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah kepada petugas maupun sanak saudara. Pemberian obat dan vitamin, juga sudah dilakukan Pemprov DKI.

"Kita tekankan kepada warga bahwa untuk isoman harus melaporkan kepada satgas setempat kemudian juga di satu sisi satgas RT/RW sampai lurah juga harus tahu ada warganya yang sedang isoman, supaya bisa kita penuhi dukungannya baik kesehatan, maupun dukungan kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Lies Dwi Oktaviani.

Kalau Lagi Isoman, Bagaimana Sebaiknya

Tika punya cerita sendiri bagaimana dia berhasil merawat orangtunya melewati masa isoman. Masalah Tika sama dengan kebanyakan, memilih isoman karena tidak dapat tempat di rumah sakit. Meski merawat orangtuanya sendiri saat isoman, Tika tetap berkomunikasi dengan dokter untuk mengetahui perkembangan isoman orangtuanya.

"Pisahkan tidur keluarga yang positif dengan yang negatif. Menggunakan masker double baik pasien yang positif dan negatif," cerita Tika kepada INILAHCOM.

Tika juga tak lupa menggunakan sarung tangan saat memberikan makan dan keperluan lainnya. Bagi Tika, vitamin tidak hanya untuk yang positif, yang negatif juga minum vitamin dan makan gizi seimbang terutama protein agar bisa menghalau virus.

"Semprot disinfektan setiap saat minimal 30 menit sekali di setiap ruangan yang digunakan orang yang positif," ungkapnya. Penggunaan kamar mandi yang berbeda menjadi penting saat tinggal bersama pasien isoman. Namun jika hanya punya satu kamar mandi, maka disemprot usai digunakan orang yang positif.  

Selain itu, penting untuk memisahkan peralatan pribadi yang dipakai untuk pasien isoman agar tidak bercampur dengan orang yang negatif Covid-19."Gunakan sendal di dalam rumah. Ini untuk mencegah penularan juga. Baik yang positif maupun yang negatif,” katanya.

Nafas Memburuk Saat Isoman, Ikuti Cara Ini

Cara sederhana yang bisa dilakukan saat pasien isolasi mandiri di rumah adalah teknik proning. Teknik pernapasan ini, pasien harus dalam posisi berbaring tengkurap untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen.

Mengutip dari akun resmi instagram @kemenkes_ri, ketika saturasi oksigen semakin turun, beberapa cara bisa dilakukan dengan proning.

Posisi 1: Berbaring di atas perut durasi 30 menit.

Posisikan kepala lebih rendah dari tubuh, tahan dengen satu bantal di bawah talang leher.

Bantal kedua, di atas area pelvis (pastikan perut memiliki cukup ruang untuk dilewati 1 tangan).

Bantal ketiga di bawah kaki.

Posisi 2: Duduk, dengan durasi 30 menit.

Bersandar dengan posisi punggung miring.

Posisi 3: Berbaring ke sisi kanan dengan durasi 30 menit.

Letakkan satu bantal di bawah kepala.

Kemudian letakkan bantal kedua di antara pinggang.

Setelah itu, letakkan bantal ke tiga di antara kaki.

Jagalah agar terus beralih di antara tiga posisi ini setiap 30 menit. Buat diri Anda senyaman mungkin. Pastikan juga ruangan memiliki ventilasi yang baik dan usahakan menghirup udara segar sebanyak mungkin. [rok]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Presiden Rusia Vladimir Putin Jalani Isolasi Mandiri

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (14/9/2021) mengatakan bahwa dirinya akan menjalani iso
berita-headline

Empati

Lawan Covid-19, Yuk Bantu Sesama

Meski pemerintah telah melonggarkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
berita-headline

IXU

Jangan Sampai Dehidrasi Saat Isoman

Menjalankan isolasi mandiri (isoman) di rumah bagi pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 har