https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   25 July 2021 - 10:30 wib

Windy Cantika, Jalan Sukses Itu Pantang Menyerah

Nama Windy Cantika Aisyah tengah menjadi perbincangan di Tanah Air. Di ajang Olimpiade Tokyo 2020, ia menjadi pembuka jalan medali bagi kontingen Indonesia. Lifter kelas 49 kilogram putri itu merebut medali perunggu angkat besi pada debutnya. Siapa Windy Cantika dan bagaimana dia menggapai jalan suksesnya hingga berprestasi.

Windy Cantika Aisah merupakan gadis asal Jawa Barat yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara kelahiran Bandung, 11 Juni 2002 yang saat ini berusia 19 tahun.

Darah petarung mengalir sejatinya sudah berada dalam tubuh Windy Cantika Aisah dari ibundanya yang mantan lifter, Siti Aisah. Bakat ibunya itu kemudian menurun ke Cantika.

Dalam tayangan pemberitaan sportOne MMA Cantika sempat mengisahkan, ia mulai berlatih angkat besi sejak kelas 2 SD.

"Waktu itu Mama sering ngelatih kakak. Nah, sering diajakin waktu kelas 2 SD. Mama sering bilang, ayo ikut latihan. Ya udah, Cantika ikut. Tapi masih dikasih kaya batang-batang itu, teknik-teknik itu," kata Cantika.

Sejak kecil ibunda Cantika sering bercerita mengenai pengalamannya ketika menjadi atlet.

"Sebelum saya tidur, ibu bercerita mengenai pengalaman-pengalaman di Pelatnas, rasa bangga tampil di kejuaraan, dan pengalaman saat ikut kejuaraan di Amerika Serikat," kata Cantika.

Dongeng itu pun menginspirasi Cantika.

Ketika duduk di kelas 5 SD, ia bergabung di klub angkat besi dan dibina langsung oleh mantan lifter nasional Maman Suryaman.

Kini, anak ketiga dari tiga bersaudara itu menjadi andalan atlet angkat besi Indonesia dan diplot sebagai pengganti Sri Wahyuni sebagai senior atlet angkat besi di Indonesia.

Pantang Menyerah Kejar Mimpi

Prestasi demi prestasi mulai diraih oleh Cantika sejak mengikuti kejuaraan, baik level nasional maupun internasional ini adalah buah prinsip kerja keras dan terus gigih serta pantang menyerah.

Di level nasional, Cantika pernah meraih tiga emas di Kejurnas PPLP 2018, tiga emas di Kejurnas Senior/Yunior Angkat Besi 2018, satu emas di POPNAS 2017.

Di Kejuaraan Nasional Angkat Besi 2019 yang berlangsung pada bulan Agustus lalu, Cantika berhasil menjadi juara nasional.

Pada kejuaraan internasional, mojang Bandung ini juga beberapa mengukirkan prestasinya.

Berawal dari peringkat keempat di kejuaraan Piala EGAT, Thailand pada 208, Cantika berhasil mengantongi tiga medali perak di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Yunior 2019 di Suva, Fiji.

Di usia yang masih sangat muda, 19 tahun, Cantika sukses mempersembahkan medali untuk Indonesia pada gelaran olahraga terbesar di dunia tersebut. Bahkan Atlet 19 tahun itu terkenal dengan semangat pantang menyerahnya, dan bangkit meski sempat terinfeksi virus covid-19.

"Proses untuk mencapai Olimpiade itu tidak gampang, entah apalah, sakit, apalagi dalam tiga bulan ke belakang ada sakit pinggang, sakit hamstring, sobek (telapan tangan) sampai merasakan sakit tiap malam, gak mudah, jadinya ya melepaskan berekspresi seperti itu berteriak," ujar Cantika dikutip dari siaran kanal Youtube sportOne MMA.

"Saya juga pernah pas akhir tahun (2020) itu kena Covid, ya sudah diterima saja. Dari situ perlu banyak yang diperbaiki, banyak kesalahan meskipun sudah sadar menggunakan masker, mungkin memang sudah waktunya cobaannya seperti itu dijalani saja," ujar Cantika.

"Kalau (Covid) pengaruh ke mental gak juga, tetapi karena keseringan PCR, apalagi setelah pulang dari Istana Negara (pelepasan simbolis kontingen Olimpiade) kan ada yang positif, dari situ jadi sehari tiga kali swab, besoknya berdarah hidungnya. Jadi terakhir kalau hidung di swab berdarah tetapi tidak banyak seperti mimisan, hanya bercak. Kalau mental gak terpengaruh," ujar Cantika.

Terkait medali perunggu yang bisa dia raih dengan total angkatan 194 kilogram (snatch 84 kg, clean and jerk 110 kg), Cantika merasa itu merupakan buah dari ketekunan menjalani proses latihan.

"Windy gak bisa bicara apa-apa soal target, karena awalnya kan di umur 16 tahun mencari tiket ke Olimpiade seperti mustahil. Tetapi Windy prinsipnya seperti air mengalir, apapun yang pelatih kasih ya Windy makan, maksudnya saya kerjain, misal dikasih berapa set latihan atau tidur berapa jam, ya dijalani saja sekuat mungkin, sesabar mungkin, dan hasilnya Allah yang nentuin," ungkap Cantika.

Menurut biodata di laman resmi IWF, di lembaga internasional angkat besi tersebut ia sudah banyak mengikuti kompetisi dengan total delapan kompetisi mulai kejuaraan Asia hingga kejuaraan dunia junior IWF 2021.

Cantika berada di peringkat delapan dunia kelas 49 kg putri. Tujuh lifter lain yang berada di atas Cantika memiliki rekor total angkatan melampaui rekornya, seperti lifter China Zhihui Hou dengan total angkatan 213 kg, lifter Korea Utara Song Gum Ri dengan total angkatan 209 kg, dan lifter India Chanu Saikhom Mirabai dengan total angkatan 205 kg.

Saat akhirnya Cantika berhasil mengukuhkan posisinya dengan angkatan 110 kg pada kesempatan ketiga, wajar jika putri dari mantan lifter nasional Siti Aisah itu meluapkan emosinya. Cantika meluapkan kegembiraan dengan merentangkan kedua tangannya sambil berteriak gembira. Senyum menghiasi wajahnya saat turun dari podium dan disambut pelukan dari pelatih kepala angkat besi Dirdja Wihardja dan ofisial lainnya.

images-1-1

Pada latihan terakhir di arena pertandingan, dua hari sebelum berlomba, Dirdja mengatakan tak mau membebani Cantika dengan target medali meskipun sang juara dunia yunior 2021 ini punya potensi meraih perunggu.

Pada akhirnya Konsistensi yang ditunjukkan Cantika itu menjadi modal berharga baginya untuk diikuti untuk membuka keran medali bagi kontingen Indonesia, termasuk dari lifter andalan Eko Yuli Irawan yang akan bertanding di kelas 61 kg pada hari ini Minggu (25/7/2021).

DI balik prahara pun ada hikmah. Begitulah pelajaran yang bisa kita maknai dari kisah perjalanan Cantika. Meski kita dalam situasi pandemi saat ini mari bersama pantang menyerah menghadapi situasi ini dengan penuh kesadaran, berbagi dan saling mengingatkan. Berdoa dengan penuh harapan. Percaya dengan penuh keyakinan. Kita semua pasti bisa menghadapai musibah ini bersama. [rok]
 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan