https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 July 2021 - 23:55 wib

Mahasiswa:Tudingan ke KSP Berpotensi Memecah Belah

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - BEM Universitas Muhammadiyah menyatakan, menuduh seorang pejabat pemerintah yang tengah berjuang memberantas pandemi COVID-19 mencari keuntungan dan rente ekonomi, akan membuat semangat pengabdian masyarakat ambruk. Hal tersebut juga berpotensi memecah belah bangsa.


“Apakah para bapak terhormat yang duduk di pimpinan ICW itu tak memikirkan ulang dampak tuduhan yang sangat mungkin membuat semangat para relawan pemberantasan COVID-19 serta pihak-pihak yang membaktikan diri dalam pemberantasan pandemi menjadi ciut bahkan ambruk,” kata Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta Mujiono Koesnandar melalui keterangan tertulis yang diterima, Ahad (25/7/2021).

“Saya kira di situlah justru kita melihat kearifan seseorang atau pihak-pihak di masyarakat saat ini. Semakin sebuah pernyataan atau aksi dilakukan tanpa memikirkan dampak sampingannya, semakin gampang kita melihat kematangan dan kedewasaan seseorang di masyarakat,” tambahnya.

Mujiono menambahkan, sebuah fakta persoalan selalu akan dihadapi dengan pro-kontra dalam masyarakat. Ada yang pro dengan tudingan terhadap Moeldoko, ada pula yang kontra.

“Dalam kondisi saat ini, sebagian besar orang akan lebih mungkin berbaik sangka kepada Moeldoko, dibanding harus berpikir negatif yang akan menghalangi niat Moeldoko berbuat baik. Apalagi faktanya sampai saat ini Moeldoko tak pernah menyebutkan merk dagang obat produksi yang dituduhkan itu. Yang disebutkan Moeldoko selalu nama genetic obat yang ternyata juga diproduksi BUMN obat, yakni PT Indofarma,” papar Mujiono.

Dari peluang terbelahnya warga bangsa antara kelompok pro dan kontra tersebut, kata Mujiono, sangat sulit dipahami bahwa pihak yang menuding tak mampu meneropong hal itu ke depan. “Kecuali memang justru ada tendensi untuk memecah belah,” ujarnya.

Menurut dia, jika saja ada sedikit empati, orang-orang LSM tersebut akan mendukung apa yang selama ini dilakukan dalam upaya memberantas pandemi COVID. Mujiono juga mempertanyakan keberpihakan LSM yang menuding terhadap kesulitan rakyat akibat pandemi COVID-19.

“Bila tidak, mengapa mereka sampai minta agar PPKM yang jelas-jelas membantu pemberantasan pandemi dibatalkan? Itu karena secara ekonomi rakyat sudah terjepit. Kok ini sepertinya mereka maunya pandemi terus berlangsung dan memberatkan kehidupan rakyat,” kata dia.

Di akhir pernyataannya Mujiono mengajak kalangan LSM tersebut agar lebih lembut, berempati, dan mendapatkan kehalusan hati.

“Cobalah banyak merenung, tafakur dan banyak baca kisah para sufi. Dalam khazanah sufi ada Sa’di Ghulistan yang bahkan mempertanyakan seseorang yang abai terhadap kesedihan sesama manusia. Dalam khazanah sufisme, Sadi Ghulistan memang mempertanyakan hakikat kemanusiaan mereka yang mengabaikan kesusahan orang-orang di sekelilingnya. Jika kau tak peduli terhadap penderitaan sesama, kau layak dipertanyakan sebagai manusia,” pungkas Mujiono.

Tag :
VALUE
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

News

ICW Sebut Sebagai Cara Runtuhkan Independensi KPK

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) dinilah sebagai cara meruntuhkan
berita-headline

News

Kinerja Polri Sangat Baik Selama Tahun 2019

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi kinerja P
berita-headline

News

Anies Tahun 2020: Wagub DKI Lebih Cepat Lebih Baik

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan punya harapan di tahun 2020.
berita-headline

News

Polri Diharapkan Bekerja Lebih Ekstra Tahun 2020

INILAHCOM, Jakarta - Esok, tahun 2019 akan berganti menjadi tahun 2020. Disitu pula ki
berita-headline

News

Pemprov DKI Cabut Izin DWP Tahun Depan

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta mencabut izin penyelenggaraan pertunjukan mus