https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   25 July 2021 - 19:28 wib

Sakit Kena Covid-19, Sakit Juga Dipukuli

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba, Sumatera Utara (Sumut) memberikan penjelasan terkait adanya seorang pria yang disebut dalam kondisi positif Covid-19 dianiaya warga kampung. Pemkab mengatakan pria itu bukan dianiaya, namun diamankan karena lari saat menjalani isolasi mandiri (isoman).

"Bukan untuk kekerasan, hanya mengamankan. Saya lihat masyarakat desa juga sangat peduli dengan pak Selamat Sianipar ini," kata Bupati Toba, Poltak Sitorus, Sabtu (24/7/2021). Pemerintah Kabupaten Toba telah membawa Selamat ke RSUD Porsea untuk menjalani perawatan.

Sementara untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pemerintah desa sudah menanggungnya. "Beras 1 karung, telur 1 papan, dencis 2 kaleng, garam, minyak goreng, sabun mandi, sudah kami siapkan untuk saudara Selamat Sianipar," kata Kepala Desa Pardomuan, Toba, Timbang Sianipar

Meski sudah ditempatkan di lokasi yang jauh dari rumahnya, Selamat disebut kembali pulang ke rumahnya. Pihak Desa yang mengetahui hal itu kemudian mendatangi lokasi rumah Selamat. "Kembali ke rumah orang tuanya lagi, jadi saya langsung terjun ke rumah saudara Selamat Sianipar," jelasnsya.

Istri Selamat, Risma Sitorus, juga mengakui suaminya lari saat menjalani isolasi mandiri. Suaminya diamankan warga karena dirinya beserta anaknya sudah lari terlebih dahulu saat hendak dipeluk oleh Selamat. "Anak ku mau dipeluk, 'nggak mau pak'. Lari kami. Jadi warga yang ngapakan nya, kami udah lari ke bawah," tutur Risma.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi yang datang ke lokasi juga mengatakan peristiwa ini terjadi hanya karena warga ingin mengamankan Selamat yang lari saat isoman. Warga tersebut mengamankan Selamat yang terus menerus mengejar ingin memeluk warga.

"Itu dilakukan warga sebagai tindakan mengamankan karena yang bersangkutan teriak-teriak bahwa tidak ada COVID. Yang bersangkutan keluar rumah sambil meludahi orang yang berpapasan dengan dia dan memeluk orang.  Setelah diamankan, yang bersangkutan juga langsung dibawa ke RS di Silaen, namun sudah 2 kali lari dari RS," tutur Hadi.

Hadi mengatakan pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan kepada keluarga dan warga kampung atas peristiwa itu. "Warga yang ikut mengamankan saat itu juga sudah diambil keterangan untuk klarifikasi kejadian video yang viral tersebut," jelasnya.

Musuhi Virusnya, Bukan Orangnya

Bagaimanapun, aksi kekerasan yang terjadi tidak patut dilakukan. Terlebih kekerasan tersebut terjadi antarsesama warga masyarakat terkait masalah penanganan pandemi Covid-19.

"Segala bentuk tindakan kekerasan terhadap sesama warga masyarakat tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun juga,” kata Ketua DPR Puan Maharani di Jakarta, Minggu (25/7/2021).

"Pasien Covid-19 dikucilkan saja tidak boleh, apalagi mendapat kekerasan. Covid-19 ini yang kita musuhi adalah penyakitnya, virusnya, bukan orangnya!” tegasnya.

Untuk mencegah kekerasan serupa terulang di tengah masyarakat, Puan juga meminta agar aparat pemerintah daerah dan kepolisian setempat untuk terus memantau kondisi wilayahnya, terlebih jika masuk zona PPKM Level 4.

“Aparat di lapangan harus sedini mungkin mencegah terjadinya kekerasan antarsesama warga masyarakat. Covid-19 ini sudah cukup banyak memakan korban, jadi jangan sampai ada warga yang menjadi korban karena kekerasan di tengah pandemi ini,” ujar Puan.

Di sisi lain, pemerintah daerah setempat harus memfasilitasi warga pasien Covid-19 dengan tempat-tempat isolasi, sehingga penularan virus bisa terlokasir.

“Pastikan warga pasien Covid-19 di tempat isolasi itu makannya cukup, obat dan vitaminnya cukup, dan dipantau terus perkembangnya. Toh anggaran daerah tersedia untuk penanggulangan Covid-19, pakai itu agar masyarakat merasakan negara hadir di tengah kondisi sulit ini,” ujarnya.

Mantan Menko PMK ini kembali menyerukan gotong royong dan solidaritas sesama anak bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19, sebagaimana yang sudah terjadi di sejumlah daerah selama ini. Tindakan kekerasan bukanlah ciri bangsa kita.

“Kita ini bangsa yang welas asih, penuh kasih sayang. Welas asih kita tidak boleh sekecil virus yang kita kawan, tetapi harus sebesar harapan sesama saudara kita, tetangga kita, yang butuh pertolongan dan kesembuhan,” ujar Puan.

Gotong Royong Saling Bantu

Warga RW 03, Gadang, Sukun, Kota Malang membentuk dapur umum untuk memberikan bantuan logistik bagi pasien yang menjalani isoman.

"Sudah berjalan sejak Jumat (16/7/2021). Kami berikan makanan untuk warga RW 03 yang sedang menjalani Isoman di Kelurahan Gadang. Kasian kan gak bisa keluar atau kerja kalau Isoman," Ketua RW 03, Gadang, Effendy.

sempat mengalami kendala lantaran tidak memiliki modal. Untungnya warga kompak saling bergotong royong memberikan berbagai macam bahan makanan seperti daging ayam, bumbu hingga sekedar bawang goreng.

"Dari situ, gerakan dapur umum mendapat respon positif dari beberapa komunitas di Gadang. Bantuan sembako pun mulai berdatangan," tuturnya.

Di Lampung, Pengurus Indonesia Tionghoa (Inti) Lampung bersama Paguyuban Pengelola Perumahan Villa Citra (P3VC) membagikan 100 paket sembako kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

"Hari ini kami bagikan 100 paket mudah-mudahan bisa membantu saudara-saudara kita yang sedang isoman," kata Ketua Inti Lampung Santo Wijaya. [rok]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Gelar Vaksinasi, Unwiku Rangkul Masyarakat Setempat

Universitas Wijayakusuma (UNWIKU) Purwokerto menggelar vaksinasi Covid-19 untuk mahasiswa dan mas
berita-headline

IXU

Jangan Sampai Dehidrasi Saat Isoman

Menjalankan isolasi mandiri (isoman) di rumah bagi pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 har
berita-headline

Viral

Presiden Rusia Vladimir Putin Jalani Isolasi Mandiri

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (14/9/2021) mengatakan bahwa dirinya akan menjalani iso
berita-headline

Inersia

Agar Tidak Tegang Divaksin, Warga Tangerang Dihibur Sejumlah Badut

Program vaksinasi COVID-19 di wilayah Sudimara Pinang, Tangerang,
berita-headline

Viral

Ada Siswa Terpapar Covid-19, Sekolah Wajib Tutup 3 Hari

Saat ini sejumlah daerah telah melakukan sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM) te