https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 July 2021 - 14:49 wib

Heboh, Alat Swab Antigen Positif Usai Diberi Air

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah video viral berisi air keran yang dites pada alat swab antigen menunjukkan hasil positif. Hal tersebut menjadi perbincangan di jagat dunia maya.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi INILAHCOM, Selasa, (27/07/2021), menjelaskan, semua alat tes swab antigen yang mendapatkan izin edar resmi di Indonesia pasti melewati uji validasi dari balitbangkes dan dire-evaluasi tiap tiga bulan.

“Sesuai persyaratan (organisasi kesehatan dunia) WHO, alat swab antigen yang direkomendasikan adalah yang memiliki sensitivitas 80 persen atau lebih dan spesifitas 97 persen atau lebih,” ungkap Siti Nadia Tarmizi.

Whats-App-Image-2021-07-27-at-14-56-17



Tidak Jelas Alat Tes yang Digunakan

Dia menambahkan, pada video yang viral tersebut tidak jelas alat yang digunakan alat apa.

“Jika benar alat swab antigen apakah memang alat tersebut termasuk merk yang sudah mendapatkan izin edar resmi dari pemerintah. Kit pemeriksaan swab antigen didesain untuk memeriksa antigen virus SARS CoV2 dari spesimen swab nasofaring,” tambahnya.

Dia menambahkan, lateral flow kit yang ada di dalamnya didesain sangat kompleks dan sensitif hanya untuk mendeteksi antigen protein virus SARS CoV2.

“Kertas deteksinya yang berupa membran nitroselulosa sangat rapuh dan bila sampel yang dimasukkan bukan hasil swab nasofaring, membran akan rusak, hasil bisa positif palsu,” tegasnya.

Percobaan menggunakan air keran ini pernah dilakukan juga pada alat rapid test malaria yang memiliki konsep kerja lateral flow kit juga, yang seharusnya sampelnya adalah darah.

“Didapatkan hasil positif palsu juga karena pemeriksaan dengan alat ini seharusnya menggunakan larutan penyangga (buffer) dengan pH tertentu, dan bila digantikan dengan air keran, ada perbedaan pH dan ion sehingga hasilnya bisa salah,” jelasnya.

Solusi Masyarakat Agar Tak Terkecoh Swab Antigen Positif Palsu

Angka kasus positif Covid-19 belum menunjukkan tanda melandai secara signifikan.

Deteksi virus bisa dilakukan dengan melakukan tes swab antigen atau PCR.

Whats-App-Image-2021-07-27-at-12-51-26


Menurut data dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, pada Senin, (26/07/2021), jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid  - 19, di Indonesia bertambah 28.228 pasien.

Total kasus terkonfirmasi positif sait ini adalah 3.194.733 pasien, dan sebelumnya sebanyak 3.166.505 pasien.

Total kesembuhan pasien menjadi 2.549.692 di seluruh Indonesia.

Karena itu, dibutuhkan kesadaran dan kerjasama dari masyarakat untuk mendukung adalah 3T yaitu pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).

Pemeriksaan dini menjadi penting agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat.

“Jadi, melakukan pemeriksaan yang tidak sesuai instruksi pemeriksaan tentunya hasilnya akan salah dan interpretasi hasil yang dilakukan bukan oleh ahlinya juga akan salah,” papar Nadia.

Jika digunakan tidak sesuai, maka hasil yang keluar tidak benar.

“Karena alatnya menjadi rusak, hasil yg terkesan positif tersebut tidak bisa diartikan positif sesungguhnya, itu yang dinamakan positif palsu,” tegasnya.

IDI Serukan Lawan Kabar Hoaks

Ketua Pelaksana Harian Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Mahesa Paranadipa saat temu media webinar Selasa, (27/07/2021), menjelaskan, banyaknya informasi yang beredar di masyarakat tidak semuanya benar. Karena itu, dia mewakili IDI berharap masayrakat bisa bahu membahu melawan kabar hoaks.

Whats-App-Image-2021-07-27-at-12-51-27



“Masyarakat jangan mudah termakan kabar hoaks. Untuk menghadapi pandemi saat ini, dibutuhkan ketaatan terhadap protokol kesehatan, dan juga bisa terlibat aktif dalam menanggulangi pandemi ini,” papar Mahesa. [rok]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

IXU

Aduh, Ini Lima Ciri Pola Asuh Toksik

Toxic parenting menjadi kata-kata yang kini kerap dipakai masyarakat. Lantas, apa sih sebe
berita-headline

Inersia

Pentingnya Perhatikan Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang marak dibicarakan terutama di masa pandemi saat ini.
berita-headline

Viral

Halodoc Masuk Daftar 100 Layanan Kesehatan Digital Top Dunia

Perusahaan telemedisin Indonesia, Halodoc, dinobatkan sebagai salah satu dari 100 perusahaan laya
berita-headline

Inersia

Mengenal Anuerisma Otak yang Sebabkan Pendarahan

Aneurisma otak mungkin banyak yang belum memahaminya. Namun diperkirakan sekitar 500.000 orang me