https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 July 2021 - 22:42 wib

Kementan Ajak Masyarakat Konsumsi Pangan Lokal

berita-profile

Inilah

0

0


INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengajak seluruh insan pertanian untuk mengonsumsi pangan lokal.

Ajakan tersebut mengacu seruan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada insan-insan pertanian di seluruh Indonesia, untuk mengonsumsi pangan lokal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh serta meningkatkan kesejahteraan petani.

"Yang pasti pangan lokal kita itu sangat melimpah. Setiap daerah memiliki pangan lokal, dengan mengonsumsi pangan lokal, berarti kita telah membantu petani kita sendiri," kata Mentan Syahrul, Senin (26/7).

Penegasan serupa dikemukakan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, saat memimpin apel pagi secara virtual, yang mengajak insan pertanian mengonsumsi pangan lokal, hindari pangan impor.

"Pangan lokal membantu membentuk dan memperkuat imunitas tubuh. Namun harus juga ada keseimbangan kerja dan istirahat untuk meningkatkan imun. Terlalu banyak kerja tidak baik, imun bisa drop. Malas juga tidak bagus, karena membuat kerja terbengkalai, stres akhirnya imun turun. Artinya, keseimbangan sangat penting," kata Dedi Nursyamsi.

Dedi pun berharap instruksi yang disampaikan dalam apel pagi secara virtual tersebut bisa ditindaklanjuti ke seluruh UPT.

"Nanti seluruh UPT bersama-sama pusat kumpul lagi secara virtual. Kalau ada acara Coffee Morning, kita bicang-bicang virtual melalui zoom. Tapi, saya tidak mau melihat ada makanan impor. Semua harus pangan lokal," katanya.

Pria yang akrab disapa Prof Dedi itu meminta semua pihak mendukung upaya memaksimalkan pangan lokal ini. Harus ada gerakan yang masif untuk mengonsumsi pangan lokal.

"Harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, saudara, teman kantor, tetangga dan lainnya. Konsumsi pangan lokal harus dimulai sekarang juga," katanya.

Yang tidak kalah penting, sambung Dedi, adalah menikatkan kinerja. Meski sebagian besar work from home (WFH), kinerja harus ditingkatkan. "Kita bukan sedang sleep from home, atau malah keluyuran."

Dijelaskan Dedi Nursyamsi, saat ini sudah era 4.0. Artinya, sudah tidak ada alasan untuk tidak kerja.
Tidak ada waktu untuk tidak bekerja. Bekerja di rumah harusnya lebih efektif. "Asalkan WFH benar-benar work from home."

Di bagian akhir, Dedi Nursyamsi, mengajak seluruh insan pertanian untuk menjaga kesehatan.

"Saya berharap semua sehat, dan kinerja harus meningkat untuk mendukung pertanian," katanya. [yha]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

IXU

Antisipasi Gagal Panen Saat Musim Hujan

Wilayah Indonesia mulai memasuki musim penghujan. Persoalan ini se