https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   28 July 2021 - 21:43 wib

Sesak Nafas, Warga Meninggal Di Dalam Taksi Online

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Mojokerto - Seorang warga Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, meninggal di dalam sebuah taksi online.

Korban yang diketahui bernama M Tarmo Harjo (59) baru saja pulang dari RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Saat masuk ke gang rumah, korban mengalami sesak nafas dan meninggal di dalam taksi online. Dari keterangan keluarga dan saksi, diketahui jika korban minta pulang dari rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto. Sehingga bersama keluarganya, korban naik taksi online.

Kapolsek Trowulan, Kompol Imam Mahmudi mengatakan, korban diketahui meninggal sekira pukul 13.30 WIB di dalam sebuah taksi online yang hendak membawa korban pulang ke rumahnya. Korban diantar keluarnya pergi berobat ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo pada, Selasa (28/7/2021) sekira pukul 19.00 WIB. Korban diperiksa dokter jaga di UGD RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo dan menjalani pemeriksaan ulang pada, Rabu (29/7/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

"Setelah diperiksa pasien minta pulang dan beserta keluarganya pulang menggunakan taksi online. Namun sesampai di gang rumah meninggal di dalam taksi online tersebut. Hasil pemeriksaan antigen negatif, namun hasil rontgen mengarah ke positif. Rencana keluarga akan dimakamkan di Trawas," jelasnya.

Sesuai hasil kesepakatan pihak keluarga dan tim tenaga kesehatan, lanjut Kapolsek, korban dimakamkan secara protokol kesehatan. Kapolsek menjelaskan, termasuk pemulasaran jenazah juga akan dilaksanakan secara protokol kesehatan dengan tenaga kesehatan dan dibatu relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto.

"Tim kesehatan juga akan melakukan tracing terhadap keluarga serta orang yang kontak erat maupun dekat dengan pasien. Meskipun hasil pemeriksaan antigen negatif, namun hasil rontgen mengarah ke positif. Sehingga untuk menghindari hal yang tak diinginkan, akan dilakukan tracing," tegasnya. [BeritaJatim].

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan