https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   03 August 2021 - 11:56 wib

Deposito Tak Bisa Cair, Nasabah Gugat

berita-profile

Inilah

0

0

Dana deposito nasabah Bank BRI senilai Rp15 Miliar mendadak tidak bisa dicairkan. Dana tersebut merupakan milik salah satu klien dari Rudhi Mukhtar dari HWMA Law Firm selaku Kuasa Hukum PT Bidakara Taruma Sakti (PT BTS).

Rudhi menjelaskan duduk perkara kasus ini berawal dari penempatan dana Deposito PT BTS di Bank BRI Kantor Cabang Jakarta Palmerah sebesar Rp15 Miliar pada bulan Juli s/d Agustus 2014.

"Namun pada September 2014, ketika PT BTS hendak mencairkannya, penempatan dana Deposito dimaksud hilang dan tidak dapat dicairkan oleh PT BTS hingga saat ini," kata Rudhi, di Jakarta, Selasa (3/8).

Dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 50/PID.SUS/2015/PN/JKT.SEL tanggal 1 April 2015 yang telah berkekuatan hukum tetap, terungkap fakta hukum yang terbukti dan tak terbantahkan bahwa Karyawan Bank BRI-Kantor Cabang Jakarta Palmerah dengan menggunakan jabatannya telah melakukan pelanggaran dan kelalaian yang mengakibatkan penempatan dana Deposito PT BTS dimaksud hilang dan tidak dapat dicairkan.

"Pelanggaran dan kelalaian dari karyawan Bank BRI Kantor Cabang Jakarta Palmerah tersebut memasukkan nomor handphone yang bukan milik PT BTS pada Formulir Pembukaan Deposito, membuka rekening giro atas nama BTS meskipun PT BTS tidak pernah mengajukan permohonan rekening giro, dan fatalnya menyerahkan Asli Bilyet Deposito dan Asli Rekening Giro beserta Asli Buku Cek-nya kepada pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan apapun dengan PT BTS," jelasnya.

Setelah melakukan komunikasi, Bank BRI-Kantor Cabang Jakarta Palmerah menyatakan bahwa penempatan dana Deposito PT BTS telah dicairkan oleh pihak ketiga yang memegang dan menguasai Asli Bilyet Deposito dan Asli Rekening Giro beserta Asli Buku Cek setelah diserahkan oleh Karyawan Bank BRI-Kantor Cabang Jakarta Palmerah.

"PT BTS sebagai pemilik atas dana Deposito dimaksud tidak pernah dimintai persetujuan atau konfirmasi apapun dari Bank BRI-Kantor Cabang Jakarta Palmerah atas peristiwa itu," katanya.

Akibat dari perbuatan karyawan Bank BRI-Kantor Cabang Jakarta Palmerah dengan menggunakan jabatannya dimaksud, penempatan dana Deposito PT BTS di Bank BRI hilang dan tidak dapat dicairkan oleh PT BTS.

"Karena itu PT BTS, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Dana Pensiun Bank Indonesia (DAPENBI), menderita kerugian yang besar dan nyata," tambahnya.

Dalam keterangan kepada media, Senin (2/8/2021), terdapat tiga hal yang disampaikan manajemen BRI terkait hal itu yakni sebagai berikut:

1. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2014 dan telah diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

2. Setelah melalui proses persidangan, pada tahun 2015 kasus tersebut telah selesai dan kepada pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam proses pembuatan maupun pencairan Deposito PT BTS yang tidak sesuai/melanggar dengan ketaatan bank telah ditindak secara hukum.

3. Dalam menjalankan kegiatan operasional perbankan BRI mengedepankan prinsip kehati-hatian/prudential banking dan Good Corporate Governance untuk senantiasa memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh nasabah dalam melaksanakan transaksi perbankan di BRI

[rok]

Tag :
BRI
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Ngeri! Ngemplang Pinjol, Eks Pegawai BRI Nekat Jebol Rekening Nasabah

Mantan teller Bank BRI Unit Bagan Besar Dumai berinisial HN (29) ditangkap Direktorat Reserse Kri
berita-headline

Viral

Mengoptimalkan Pasar Digital Sebagai Lapak Baru UMKM

Pendampingan terus-menerus mesti dilakukan agar pelaku UMKM yang masuk ke pasar digital dapat men
berita-headline

Viral

Erick Thohir Bentuk Holding Ultra Mikro, Pegadaian dan PNM Kini jadi Anak Usaha BRI

Menteri BUMN Erick Thohir membentuk holding ultra mikro