https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   03 August 2021 - 20:15 wib

Selundupkan Sabu Dalam Dubur, Diringkus Bea Cukai

berita-profile

Inilah

0

0

Bea Cukai Batam bersama Avsec Bandara Hang Nadim berhasil meringkus seorang pria inisial RM (22), calon penumpang pesawat rute Batam–Jakarta–Bali yang mencoba menyelundupkan sabu dengan menyembunyikan di duburnya.

Meski persyaratan penumpang pesawat semakin ketat karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Batam, ternyata tidak menyurutkan niat pria berdomisili Nongsa tersebut untuk melakukan percobaan penyelundupan sabu.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Batam, M Rizki Baidillah menuturkan kronologi penangkapan diawali dengan pemeriksaan fisik rutin para calon penumpang oleh petugas Bea Cukai Batam dan Avsec di Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (29/07).

"Sekitar pukul 06.30 WIB, saat memeriksa badan salah satu calon penumpang pria, petugas mencurigai paha bagian dalam (selangkangan) yang bersangkutan," papar Rizki. Lalu pria inisial RM itu digiring ke hanggar Bea Cukai untuk dilakukan pemeriksaan fisik 100% oleh petugas.

"Hasil pemeriksan ditemukan barang bukti satu bungkus sabu seberat 99,5 gram yang disimpan di paha bagian dalam (selangkangan), dan setelah dilakukan rontgen di Rumah Sakit, ditemukan lagi satu bungkus sabu seberat 99,2 gram," jelas Rizki.

Atas tersangka dan barang bukti telah diserahterimakan ke Kepolisian Resort Kota (Polresta) Barelang."Tidak sampai di situ, setelah diserahterimakan ke Polresta Barelang, Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Polresta Barelang melakukan pengembangan lebih lanjut, dan berhasil mengamankan pria inisial K alias M di Kawasan Perumahan di Batam Kota," lanjut Rizki.

Dari tangan tersangka K alias M ditemukan barang bukti sabu sebanyak tujuh paket dengan berat total 572 gram. Rizki mengungkapkan upaya penyelundupan tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan