https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 August 2021 - 12:36 wib

Setelah Divaksin Akan Meninggal Dalam 2 Tahun?

Sejumlah warga mempertanyakan benar atau tidaknya pernyataan Ahli Virologi asal Perancis, Luc Montaigner 'Semua orang yang divaksinasi akan mati dalam 2 tahun'.

Pernyataan tersebut langsung dibantah Satgas Penanganan Covid-19 membantah adanya pernyataan Luc dan menyatakan informasi itu tidak benar atau hoaks. "Kutipan itu secara keliru dikaitkan Montaigner dalam meme berita palsu," ujar Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19.

Dirinya meminta masyarakat lebih bijak dalam memilih dan menyebarkan informasi, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat. Karena saat ini pemerintah masih memiliki tanggungjawab menyelesaikan permasalahan Covid-19 di dalam negeri.

Dengan mensukseskan program vaksinasi inilah diharapkan dapat menekan angka kasus Covid-19 di Indonesia. Karena itu diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat untuk bersama-sama menuntaskan kasus Covid-19, salahsatunya dengan vaksinasi serta menjalankan protokol kesehatan yang sudah diatur.

Sementara itu Komisariat Mafindo Universitas Pendidikan Indonesia menegaskan pernyataan Luc yang ramai di media sosial itu adalah tidak benar. "Faktanya, tidak ada penyataan dari ahli virologi dan peraih hadiah nobel bidang Kedokteran dan Fisiologi asal Prancis, Luc Montagnier yang menyatakan bahwa orang yang divaksinasi akan mati dalam dua tahun," kata Renanda Dwina Putri, Anggota Komisariat Mafindo Universitas Pendidikan Indonesia.

Adapun pesan WhatsApp yang beredar yakni,
BREAKING NEWS: Semua orang yang divaksinasi akan mati dalam 2 tahun

Pemenang Hadiah Nobel Luc Montagnier telah mengonfirmasi bahwa tidak ada kesempatan untuk bertahan hidup bagi orang-orang yang telah menerima segala bentuk vaksin. Dalam wawancara yang mengejutkan, ahli virologi top dunia menyatakan dengan kosong: “tidak ada harapan, dan tidak ada pengobatan yang mungkin bagi mereka yang telah divaksinasi. Kita harus siap untuk membakar mayat.”

Jenius ilmiah mendukung klaim ahli virologi terkemuka lainnya setelah mempelajari konstituen vaksin.

“Mereka semua akan mati karena peningkatan yang bergantung pada antibodi. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan.”

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Semangat Vanesha Prescilla Dukung Remaja Vaksin Covid-19

berita-headline

Empati

Yuk, Dukung Gerakan Solidaritas Pekerja Industri Hiburan Terdampak Pandemi

berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

IXU

Peti Jenazah Covid-19 Dari Kardus Bisakah Dipakai?

Beredar video pendek mengenai peti mati bagi jenazah Covid-19 terbuat dari bahan kardus. Dalam ko
berita-headline

Viral

Kemenkes Lakukan Audit Vaksinasi COVID-19 Untuk Cegah Penyimpangan

Kementerian Kesehatan menggandeng BPKP dan berbagai pihak untuk melakukan audit secara berkala un