Awas! Intelijen Inggris Ganggu Kedaulatan NKRI

MH
Oleh MA Hailuki
Sabtu 23 Oktober 2010
share
Secret Intelligence Service (SIS) alias MI6.

INILAH.COM, Jakarta - Badan intelijen Inggris, Secret Intelligence Service (SIS) alias MI6 diduga berada di balik sikap dukungan parlemen Inggris terhadap kemerdekaan Papua.MI6 merupakan, salah satu organisasi intelijen yang kemampuannya sudah teruji sejak Perang Dunia I dan II. Bahkan menurut catatan sejarah, MI6 terlibat dalam sejumlah kudeta penggulingan kekuasaan di berbagai negara.Pada 1951, Mohammed Mossadeq, mengambil alih kekuasaan di Iran dan menasionalisasi Anglo-Iranian Oil Company, yang ketika itu merupakan aset terbesar Inggris di luar negeri. Perdana Menteri Sir Anthony Eden marah dan langsung menyetujui rencana MI6 untuk menggulingkan Mossadeq. Antara November 1952 hingga Agustus 1953, MI6 dan CIA menyelenggarakan Operasi Klandestin untuk menggulingkan PM Iran Mohammed Mossadeq. Presiden AS Dwight D Eisenhower mengganggap Mossadeq telah dipengaruhi partai Tudeh yang beraliran Marxis hingga cenderung berkiblat ke Blok Timur. Pada Agustus 1953, sedikitnya 300 orang meninggal selama kerusuhan di Teheran. Mussadeq pun mengundurkan diri dan digantikan oleh Jenderal Zahedi.MI6 juga terlibat dalam rencana untuk membunuh pemimpin Mesir Gamal Abdul Nasser. MI6 memang tercatat 'rajin' terlibat dalam upaya membunuh pemimpin negeri lain. Salah satunya adalah rencana untuk membunuh Ho Chi Minh pada 1955. Pada tahun 1961, agen MI6 yang bekerja sama dengan agen CIA berhasil membunuh Patrice Lumumba di Kongo. MI6, CIA dan badan intelijen Spanyol juga dituduh mendukung upaya kudeta di Negara Equatorial Guinea untuk menggulingkan presiden Theodoro Obiang Nguema Mbasongo yang melibatkan Mark Thatcher anak mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher pada maret 2004. [berbagai sumber/mah]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA