Inggris Harus Berkaca Diri

ML
Oleh Mevi Linawati
Sabtu 23 Oktober 2010
share
IST

INILAH.COM, Jakarta - Anggota parlemen Inggris diminta berkaca diri sebelum mendukung gerakan Papua Barat merdeka terkait munculnya video penyiksaan warga Papua oleh oknum TNI."Ingris harus mengaca diri. Mulai lah dengan diri sendiri, sebelum mencampuri masalah Indonesia," ujar Anggota Komisi I DPR (bidang pertahanan dan luar negeri) dari Fraksi PKS Al Muzamil Yusuf kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (23/10).Menurut Muzzamil, apa yang dilakukan oleh negara Inggris bersama Amerika Serikat terhadap warga muslim di Iraq bukan saja penyiksaan dan pelecehan. Akan tetapi menurutnya juga suatu pembunuhan kepada ratusan bahkan ribuan orang."Aktor intelektualnya jelas Tony Blair (mantan Perdana Menteri Inggris). Berapa tahun Inggris memenjarakan Toni Blair ? Nol besar," kata dia. Namun demikian, lanjut dia, simpati mereka kepada HAM harus dihormati. Karena Indonesia pun menginginkan pelaku penyiksaan diproses secara hukum. Akan tetapi kalau karena kasus penyiksaan solusinya kemerdekaan, maka, lanjut politisi PKS itu tidak proporsional. Kampanye Free West Papua yang merilis video penyiksaan oleh TNI, ternyata mendapatkan dukungan politisi Inggris.Tokoh utama di balik pergerakan pembebasan Papua Barat ini adalah Benny Wanda. Dalam kecamannya terkait video penyiksaan warga Papua, Benny menyatakan dirinya sebagai pemimpin kemerdekaan Papua Barat.Benny yang tinggal di Inggris, mendirikan Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP) pada Oktober 2008. Ia mendapat dukungan dari sejumlah politisi, terutama yang berada di Inggris.Sebut saja Andrew Smith, Lord Harries, Lembik Opik dari parlemen Inggris. Kemudian pengacara HAM internasional Melinda Janki. Anggota parlemen Vanuatu, Carcasses Moana Kalosil serta Carmel Budiarjo dari Tapol. [mvi]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA