Soal Kunjungan Gubernur Irwan ke Jerman

Gubernur Pelesiran, Mentawai Merana

AH
Oleh Ahluwalia
Kamis 04 November 2010
share
inilah.com/Agung Rajasa

INILAH.COM, Jakarta Kepergian Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ke Eropa menuai kritik. Sebelumnya, anggota DPRD Sumbar juga ke luar negeri saat Mentawai diterjang tsunami. Politik tanpa etika moral kian mengental di kalangan politisi dewasa ini. Sosiolog Universitas Indonesia Prof Thamrin Amal Tamagola tidak habis pikir kenapa Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno tega meninggalkan warganya di Mentawai yang sedang mendapat musibah akibat diterjang tsunami dan gempa pada pekan lalu. Politisi PKS itu, berangkat ke Bavaria, Jerman, bersama sejumlah gubernur di Indonesia. "Pejabat seperti itu tidak memiliki kepedulian terhadap warganya," jelas Thamrin, Rabu (3/11).Sebelumnya, ketika Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat diterjang tsunami, ternyata sembilan anggota DPRD Sumatera Barat justru berkunjung ke Italia. Kunjungan tersebut berlangsung dari 25 Oktober hingga 2 November 2010. Rombongan DPRD Sumatera Barat yang berangkat ke Italia terdiri atas tujuh orang dari Komisi II bidang ekonomi dan keuangan, satu orang dari Komisi I bidang pemerintahan, dan satu orang wakil ketua. Mereka adalah Leonardy Harmayni, Musmaizer, Zailis Usman (ketiganya Fraksi Partai Golkar), Dodi Delvi, Eldi Sutrisno, Liswandi (ketiganya Fraksi Demokrat), Indra Dt Rajo Lelo (Fraksi PAN), Islon Chong (Fraksi PBR), dan Marthias Tanjung (Fraksi PPP).Menurut mantan Ketua Forum Peduli Sumatera Barat Mestika Zed, kepergian para anggota Dewan ke Italia itu tak ada untungnya dan secara moral tak bisa dipertanggungjawabkan. Sementara kepergian Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ke Jerman dinilai liar, karena tak seizin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Irwan pergi ke Jerman di saat ribuan korban gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai terancam kelaparan, karena bantuan belum sepenuhnya tersalurkan.Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi memastikan, kepergian Irwan ke Jerman belum seizin Presiden SBY. Menurut Gamawan, Gubernur Sumbar memang sempat mengirim surat izin ke Kementerian Dalam Negeri terkait kepergiannya ke Jerman, memenuhi undangan Kedutaan Besar RI di Berlin. Izin tersebut diajukan Irwan seminggu sebelum gempa dan tsunami menggoncang Kepulauan Mentawai. Kemudian izin tersebut diteruskan Mendagri ke Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. "Tadi karena banyak yang bertanya, saya cek kembali ke Pak Sudi, dan menurut beliau memang belum ada izin presiden," kata Gamawan semalam.Mendagri mengaku banyak mendapat pertanyaan soal, apakah Presiden sudah mengizinkan Irwan pergi ke luar negeri, karena daerahnya sedang tertimpa bencana gempa dan tsunami.Seharusnya sesuai Instruksi Presiden tentang kunjungan kepala daerah ke luar negeri, harus mendapatkan izin terlebih dulu dari Presiden. Ini jelas pelanggaran etika dan aturan. Gubernur dan anggota DPRD Sumatera Barat itu harusnya instrospeksi dan mawas diri. [mdr]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA