Inilah Rahasia Pemegang 'Dompet' Facebook

EZ
Oleh Ellyzhar Zachra PB
Kamis 20 Januari 2011
share
Chief Operating Officer Sheryl Sandberg - Photo : AP

INILAH.COM, Jakarta - Tak bisa dipungkiri Facebook sukses meraup uang banyak meski masih bermasalah terkait privasi. Adalah Sheryl Sandberg, pemegang dompet Mark Zuckerberg yang menjadi kunci sukses finansial jejaring sosial itu.

Sebagai CEO Facebook, Mark Zuckerberg memang sukses memperkenalkan jejaring sosial ke lebih dari 500 juta pengguna. Namun, keberhasilan memperoleh pinjaman dari Goldman Sachs dan Digital Sky Tecnologies sebagian besar andil Chief Operating Officer Sheryl Sandberg.

Perempuan ini sempat kaget saat tahu Mark Zuckerberg tidak tahu di mana toilet perempuan ketika ia bertanya setelah rapat. Alasannya? Belum pernah ada perempuan yang mengikuti rapat pemimpin Facebook sebelumnya.

Sandberg memang memegang peranan penting untuk menjaga masa depan keuangan Facebook. Dengan valuasi Facebook mengesankan yang menarik investasi US$450 juta dari Goldman Sachs dan US$50 juta dari pemegang saham yang telah ada, Digital Sky Technologies, Sandberg berhasil membuktikan dirinya.

Sandberg sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden penjualan online global dan operational Google serta Kepala Staf Kementerian Keuangan Amerika Serikat. Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg memang berhasil memantapkan posisi jejaring sosial itu, namun Sandberg dinobatkan sebagai pemegang kendali operasional bisnis Facebook.

Wakil presiden perusahaan riset Gartner, Jeffrey Mann tidak ragu bahwa Sandberg sangat berperan dalam menentukan investasi Goldman. "Ini adalah kesepakatan yang sangat menakjubkan dari sisi ukuran maupun cara memanfaatkan nilai investasi. Hanya seseorang di level sangat senior dapat memastikan jenis transaksi yang didapat seperti saat ini. Saya rasa Sandberg memegang peranan utama," ujar Mann.

Namun, Mann dan beberapa analis lain percaya bahwa investasi terbaru itu lebih condong kepada pencitraan bisnis serius daripada kebutuhan finansial. "Kesepakatan ini soal posisi Facebook sebenarnya untuk berkompetisi dengan perusahaan unggulan di bidang teknologi seperti Google dan Microsoft. Valuasi itu sangat penting agar Facebook dilihat sebagai pemain sebenarnya, bukan cuma pekerjaan sampingan."

Kesepakatan Facebook-Goldman juga dilihat sebagai cara utama Facebook melawan Google. Setidaknya dalam lingkup pendapatan, Facebook tidak malu bersanding dengan perusahaan mesin pencari itu. Tambahan, kepercayaan Facebook terus meningkat dengan kemampuan mereka mengalahkan Google sebagai situs yang paling sering dikunjungi di Amerika Serikat pada 2010.

Sudah menjadi rahasia umum, Sandberg ingin membuat Facebook menjadi merek dagang pengiklan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat atas produk mereka. Sebagai perusahaan yang memiliki posisi di pasar, pendapatan dan keuntungan tentu akan terus bertambah.

Inilah yang membuat Facebook memiliki prospek sangat menarik bagi Goldman, terlepas dari kritik yang menyebut bahwa situs jejaring sosial itu tidak bernilai. Facebook berada di atas Time Warner dan News Corporation dalam penilaian pasar.

Namun Silicon Valley dan Wall Street telah menjadi dua mesin ekonomi paling kuat di Amerika Serikat sehingga kesepakatan Facebook belum memberi perubahan dalam waktu dekat.

Sebagai perusahaan yang berkembang dengan 500 investor, Facebook tidak menghadapi tuntutan apapun soal kinerja keuangan mereka. Namun, Komisi Sekuritas dan Bursa AS sempat menimbulkan kekhawatiran apakah 500 investor ini masih cukup pantas dalam jumlah perdagangan saham perusahaan swasta seperti Facebook dan Zynga.

Terlepas dari urusan bisnis, Sheryl Sandberg memang terkenal sebagai perempuan tangguh. Saat ditanya mengapa hanya sedikit perempuan yang menjadi pemimpin, ia hanya berargumen bahwa perempuan muda saat ini terlalu sering berpikir soal memiliki bayi dan bagaimana menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Padahal, keputusan itu terlalu dini.

Sejak seorang perempuan mulai berpikir untuk memiliki anak, ujar Sandberg, mereka akan berhenti mencari promosi dan menolak tanggung jawab lebih banyak di tempat kerja. [mdr]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA