Umumkan Nama Penjarah, Polisi Gunakan Twitter

NP
Oleh Nilam Permata
Senin 15 Agustus 2011
share
@gmpolice

INILAH.COM, Jakarta - Ini adalah salah satu bukti fungsi positif sosial media. Twitter terbukti efektif sebagai salah satu alat kontrol sosial.

Pelaku kerusuhan dan penjarahan di London diburu polisi. Polisi memampang slideshow gambar-gambar tersangka di monitor besar di tempat umum seperti di Piccadilly Gardens dan Printworks.

Greater Manchester Police Department's (GMP) juga memanfaatkan Twitter untuk mengumumkan nama-nama pelaku penjarahan. Mereka menebar tagar "Shop a Looter" #shopalooter di Twitter resmi mereka @gmpolice.

Lewat situs jejaring sosial itu, kepolisian meminta bantuan masyarakat mengidentifikasi dan menyebutkan nama-nama tersangka yang mereka ketahui.

Kata 'shop' di sini adalah bahasa slang Inggris atas 'informasikan' atau 'penjarakan'.

Dalam salah satu twit, nama pelaku disebut dengan jelas berikut tanggal lahir, alamat singkat, kejahatannya, serta hukumannya. Seperti Twitt tanggal 12 Agustus, "Stefan Hoyle (born 27/01/1992) of St. Stephen Street, Salford, jailed for four months for theft after found with a stolen violin."

Apakah cara mempermalukan seperti ini sah dilakukan secara hukum?

Menurut twit-nya GMP menuliskan, "Banyak perdebatan atas publikasi identitas detail pelaku. Tapi keadilan memang harusditegakkan di depan publik." [mor]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA