Studi: Orangutan Pun Alami Krisis Paruh Baya

IS
Oleh Ikhsan S. Nathabradja
Rabu 28 November 2012
share
inilah.com

INILAH.COM, London - Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa tidak hanya manusia, primata yang lain seperti simpanse dan orangutan juga mengalami krisis paruh baya, ditandai dengan situasi emosi yang labil.

Para ilmuwan di Inggris dikabarkan menemukan data pada sejumlah hewan primata itu menunjukkan kurva kebahagiaan yang berbentuk huruf U, yang kurva seperti itu juga ditemukan pada manusia.

Kurva kebahagiaan berbentuk U dan sejumlah aspek kesejahteraan lainnya terdokumentasikan secara lengkap dengan berbagai alasan yang dianggap kontroversial.

Sejak 2002, rangkaian penelitian di sekitar 50 negara telah menemukan bahwa tingkat kebahagiaan tinggi pada masa muda, turun di periode paruh baya, dan naik kembali pada usia tua.

"Euforia masa muda datang dari harapan-harapan tak terbatas dan kesehatan yang baik, sementara ketenangan dan kepasrahan orang tua mencerminkan kebijaksanaan yang terakumulasi dan kesaksian terhadap kematian teman dan kerabat, yang membuat Anda lebih menghargai apa yang Anda miliki," ujar Profesor Andrew Oswald, dari Universitas Warwick di Inggris, seperti dikutip dari BBC.

Mengapa sejumlah hewan tersebut mengalami krisis paruh baya?

"Mungkin karena tatanan masyarakat mereka mirip dengan manusia, yang dipengaruhi faktor sosial, tak hanya biologi," ujar Profesor Oswald.

Menurutnya, barangkali kera mengalami masalah eksistensial juga, saat mereka menyadari mereka tidak akan pernah menjadi pria atau perempuan alfa.

Ia menambahkan bahwa krisis paruh baya sepertinya diturunkan lewat evolusi, bukannya dampak kehidupan modern.

Sementara peneliti lain, Profesor Alexander Weiss dari Universitas Edinburgh, Skotlandia, mengatakan hasil itu menunjukkan krisis paruh baya dapat diterangkan secara biologi dan fisiologi.

"Di satu sisi kemungkinan ada faktor sosial yang memicu (kriris paruh baya) namun ada sesuatu yang lebih dalam pada penelitian ini dan mencakup sejarah evolusi manusia yang serupa dengan simpanse dan orangutan. Jadi, apa yang terjadi adalah masalah biologis," kata Profesor Weiss.

Primata yang diteliti termasuk 155 simpanse di kebun binatang Jepang, 181 ekor di Amerika dan Australia serta 172 orangutan di kebun binatang sejumlah negara termasuk Kanada dan Singapura.

Tiga kelompok primata yang diteliti menunjukkan hewan ini mengalami krisis paruh baya dengan titik nadir pada usia 28 dan 35 tahun, sementara manusia pada usia 45-50 tahun. [mor]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA