Robot, Terobosan MonsoonSIM untuk Dunia Pendidikan

IN
Oleh inilahcom
Jumat 23 Maret 2018
share
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Platform pembelajaran MonsoonSIM mengajak dunia pendidikan di Indonesia untuk memanfaatkan terobosan metode sistem pengajaran secara pengalaman langsung menggunakan robot.

MonsoonSIM menambah robot untuk melengkapi cara pengajaran secara pengalaman langsung tentang konsep dan proses bisnis bagi pembelajar dengan berbagai latar belakang, seperti siswa SD hingga mahasiswa S3 dan juga tingkat karyawan/staf hingga pimpinan organisasi atau perusahaan.

Platform pembelajaran ini memiliki 350 konsep bisnis yang sangat lengkap, dan teroboson robot ini akan menambah nilai bagi para pembelajar untuk meningkatkan pemahaman mereka terkait bisnis.

Lima robot yang diluncurkan oleh MonsoonSIM, yaitu Jonbot, Oxibot, Anibot, Linbot, dan Polbot, dimana tiap robot ini memiliki karakter yang berbeda.

Jonbot memiliki kepintaran pada bagian produksi dan layanan pelanggan (customer service), Oxibot memiliki berbagai kemampuan dalam semua aspek bisnis, Anibot memiliki kemampuan yang seimbang di berbagai aspek bisnis, Linbot memiliki kepintaran pada bagian produksi, dan Polbot memiliki kepintaran di bagian human capital management dan layanan pelanggan.

"Para pendidik di Indonesia kini dapat memperoleh manfaat disrupsi teknologi untuk transformasi dalam bidang pendidikan melalui metode pengajaran dengan memberikan pengalaman secara langsung atau immersive experiential learning method," ujar founder yang juga Presiden MonsoonSIM, Abdy Taminsyah, di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

MonsoonSIM digunakan oleh 42 institusi pendidikan dan 26.461 pembelajar dari seluruh dunia.

Beberapa institusi pendidikan yang telah menggunakan MonsoonSIM di Indonesia di antaranya Telkom Professional Certification Center, Podomoro University, Universitas Indonesia, Indonesian Banking School, Universitas Budi Luhur, Universitas Internasional Semen Indonesia, Politeknik App Jakarta, Politeknik Atip Padang, Swiss German University, IT & B Campus, Universitas Kristen Maranatha, ESQ Business School, Universitas Serang Raya, Universitas Esa Unggul, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Pasundan Bandung, dan Universitas Hasanuddin.

Sedangkan institusi pendidikan di Singapura antara lain Temasek Polytechnic, Singapore University of Social Science, dan Lithan Academy.

Sementara di Thailand ada King Mongkut's University of Technology Thonburi, Prince of Songkla University, Chiang Mai University, Mahanakorn University of Technology, Rajamangala University of Technology, dan Kasetsart University.

Beberapa institusi pendidikan di Filipina yang telah memakai MonsoonSIM adalah Lyceum of the Philippines University, Mapua University, New Era University, Polytechnic University of the Philippines Santo Tomas, National University, Technological Institute of the Philippines, San Beda, dan Asia Pacific College.

Di Malaysia, pemakai MonsoonSIM antara lain Universiti Teknologi Malaysia, Asia Pacific University, Universitas Pahang Malaysia, Universitas Kebangsaan Malaysia, KnowledgeCom, dan Global Knox.

Dan juga institusi di negara lain adalah Deakin University di Australia dan Infocan Training Centre di Hong Kong.

"Ketika menggunakan MonsoonSIM dalam simulasi bisnis, robot-robot ini dapat diskenariokan menjadi bagian dari tim dan juga sebagai pihak yang berlawanan dengan pembelajar. Robot-robot ini memiliki kemampuan untuk dapat menganalisa pasar, beradaptasi dan membawa transaksi bisnis untuk memaksimalkan keuntungan bagi perusahaan secara virtual," papar Abdy.

"Saya yakin, robot ini merupakan terobosan baru dan akan membantu metode sistem pengajaran secara pengalaman langsung. Analisa hasil simulasi dengan robot akan memudahkan pengajar dalam memberikan arahan tentang konsep dan logika bisnis di dunia nyata," imbuhnya.

Menurut Abdy, robot dapat menggantikan posisi lawan secara virtual jika pembelajar belum memiliki rasa percaya diri untuk melawan pembelajar lain. Selain itu, robot juga dapat dijadikan mitra virtual dalam memahami konsep dan logika bisnis melalui MonsoonSIM.

Sementara itu, Husin Mina, Ketua Yayasan Pendidikan Bukit Sion, Jakarta, mengungkapkan bahwa yayasan yang ia pimpin memiliki misi untuk selalu mencari inovasi dalam dunia pendidikan, terutama melihat tren ke depan yang akan sangat disruptif.

"Dan bagi kami, MonsoonSIM menambah inovasi institusi kami dengan menggunakan experiential learning. Para siswa merasakan manfaat secara nyata melalui metode experiential learning," ujar Husin.

Sertifikat ujian berdasarkan MonsoonSIM juga telah di akui oleh SAP Southeast Asia sejak 2015 bagi seluruh perguruan tinggi di Asia Tenggara. Selain itu, MonsoonSIM juga memiliki kompetisi tingkat internasional yang diselenggarakan tiap tahun dan telah disponsori oleh SAP Southeast Asia sejak tahun 2015. [ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA