Edukasi Kunci Tingkatkan Pemahaman Pinjaman Online

IN
Oleh Ibnu Naufal
Selasa 22 Januari 2019
share
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Kemajuan teknologi yang kian pesat membuat semua hal menjadi lebih mudah diakses mulai dari belanja online, transportasi online, pesan makanan online, hingga pinjam uang secara online.

Perpaduan ilmu teknologi dan ilmu finansial yang dikenal dengan financial technology atau fintech hadir di tengah masyarakat Indonesia dan memberikan kemudahan untuk mendapatkan pinjaman tanpa agunan cukup dengan fotokopi KTP.

Namun, pesatnya kehadiran fintech di Indonesia belum berimbang dengan edukasi fintech di masyarakat. Faktanya, akhir-akhir ini bermunculan berita tentang masyarakat terjerat utang pinjaman online, korban dari pinjam di fintech yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) alias fintech ilegal dimana cara penagihan utang debt collector yang tidak manusiawi, dan lain sebagainya.

Hal ini mendapat tanggapan dari Ronny Wijaya, Direktur Utama Indodana, fintech pinjaman (peer-to-peer lending) yang terdaftar dan diawasi OJK. Dia mengatakan, rendahnya edukasi masyarakat mengenai fintech menimbulkan risiko masyarakat gampang terjebak oleh perusahaan fintech ilegal yang belum terdaftar.

Selain itu, menurut dia, masyarakat juga harus paham cara mengelola uang dengan baik sehingga ketika meminjam uang di fintech pinjaman, cicilan berjalan lancar.

"Edukasi fintech harus terus dilakukan agar masyarakat bisa menjadi lebih cermat sebelum pinjam uang di fintech. Utamanya selalu pilih fintech yang terdaftar dan diawasi OJK, lalu penerima pinjaman wajib mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya-biaya lainnya sesuai dengan kemampuan untuk melunasi pinjaman," ujar Ronny.

Pinjam uang di aplikasi fintech memang gampang, tapi harus diimbangi dengan edukasi mengelola uang dengan baik agar pembayaran lancar. Sebagai gambaran, pinjam uang di Indodana, Anda bisa mendapatkan pinjaman KTA kilat hanya dengan ponsel dan KTP Anda. Pinjaman mulai dari Rp500.000 hingga Rp8.000.000 dengan tenor 1 sampai 6 bulan.

Adapun sebelum mengajukan pinjaman, Anda bisa cek dahulu kemampuan bayar Anda melalui kalkulator simulasi pinjaman. Syarat pengajuan cukup simpel, unduh aplikasi Indodana, isi data diri sesuai KTP, pilih pinjaman dan tenor, lalu pinjaman akan cair di rekening Anda dalam 2x24 jam.

"Edukasi fintech akan terus kami lakukan baik secara online maupun offline karena kami percaya fintech hadir untuk membuat kehidupan masyarakat Indonesia lebih baik. Ketika masyarakat memiliki pemahaman yang baik akan fintech pinjaman dan dapat menggunakannya dengan bijak, perekonomian mereka pun meningkat. Fintech peer-to-peer lending hadir sebagai solusi keuangan, khususnya untuk masyarakat yang tak bisa mendapatkan pinjaman dari bank," jelas Ronny.

Menyoal pinjaman online di fintech peer-to-peer lending, Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa pinjam uang di fintech itu aman tetapi pastikan bukan fintech illegal.

"Pilih fintech yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Data OJK per Desember 2018, sebanyak 78 fintech P2P lending terdaftar dan diawasi OJK, informasi lengkap nama fintech di cek di website OJK," katanya.

Selain pilih fintech terdaftar, Bhima menyarankan sebelum Anda mengunduh aplikasi fintech pinjaman, pastikan mempelajari syarat-syaratnya termasuk soal privasi data pribadi.

Perlu diketahui bahwa fintech yang terdaftar dan diawasi OJK, seperti Indodana, tidak akan menyalahgunakan dan akan selalu menjaga data pribadi Anda.

Ronny menambahkan banyak masyarakat yang masih belum paham pinjaman fintech sehingga membuka banyak aplikasi fintech untuk pinjam uang tanpa memperhitungkan kemampuan bayar dan mengelola uangnya.

Akhirnya banyak yang terjerat iming-iming pinjaman online tanpa cek fintech tersebut berstatus terdaftar atau bukan.

"Edukasi menjadi kunci semua ini. Indodana berkomitmen untuk terus melanjutkan sosialisasi edukasi fintech dan literasi keuangan. Hingga pertengahan November tahun ini, kami akan menggelar roadshow edukasi di 10 kota yaitu Bali, Bandung, Palembang, Jakarta, Batam, Manado, Padang, Malang, Surabaya, dan Gresik," tutup Ronny.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA