Axis Siap Pacu Pengembangan Game Lokal

IN
Oleh Ibnu Naufal
Senin 16 Desember 2019
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pangsa pasar game yang tinggi di Indonesia belum bisa direspon oleh pembuat game lokal. Produk mereka masih kalah bersaing dengan game buatan asing. Untuk mengubah kondisi itu, dukungan dari berbagai pihak termasuk operator telekomunikasi dibutuhkan.

Mengutip hasil riset Newzoo The Indonesian Gamer 2017 diperkirakan ada 43,7 juta pemain game di Indonesia yang mengeluarkan sekitar US$880 juta. Ini menjadikan Indonesia sebagai negara ke-16 terbesar di dunia dalam hal pendapatan game.

Tahun lalu, pengeluaran belanja game di pasar Indonesia diperkirakan telah mencapai sekitar US$1 miliar. Belanja game di pasar Indonesia diduga sebagian lari ke sektor mobile game.

Kontras dengan gema serta gemerlap mobile game berikut eSports, Asosiasi Game Indonesia (AGI) memperkirakan, hanya sekitar 1 persen dari ukuran pasar Indonesia yang diisi oleh produk game buatan lokal. Situasi ini sebenarnya sudah sejak lama sering diserukan, bahkan jauh sebelum gaung eSports menggema.

Tak ada data pasti soal jumlah usaha game di Indonesia. AGI memperkirakan, ada sekitar 200 studio game dengan produktivitas yang tak merata. Penyebabnya antara lain tak semua studio punya tim produksi besar atau hanya perorangan, butuh waktu 2-3 tahun untuk mengembangkan sebuah game, sementara kucuran dana untuk studio game lokal sangat minim.

Menangkap tren itu, Head of Marketing Communications Youth Segment XL Axiata Randu Zulmi menyebutkan bahwa sejak tahun lalu, Axis mulai mendukung konten game dengan menjadi sponsor ajang turnamen eSports terbesar di Indonesia, yakni Kaskus Battleground dan bertambah di 2019 dengan Piala Presiden. Tak hanya itu, sejak Desember 2019 ini, brand Axis juga telah bekerja sama dan menjadi sponsor EVOS.

Menurut rencana, pada 2020 mendatang, Axis akan bekerja sama dengan para pengembang game lokal khususnya di genre Arcade.

"Kami juga berencana bekerja sama dengan para developer game lokal, untuk memperkuat kiprah pengembang konten game lokal. Menurut rencana, akan dibuat tahun depan, sekarang lagi negosiasi," ujar Randu.

Dia juga menyatakan optismismenya bahwa tiga tahun ke depan industri game lokal bakal lebih baik lagi.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA