Inilah Juara E-Commerce di Indonesia Selama 2019

IN
Oleh inilahcom
Rabu 18 Desember 2019
share
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tokopedia dan Shopee menjadi platform perdagangan online atau e-commerce terpopuler di Indonesia sepanjang 2019 berdasarkan survei yang dilakukan Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT).

Survei tersebut dilakukan kepada 1.027 responden pengguna e-commerce di sejumlah kota besar di Indonesia.

"Terpopuler ini yaitu responden ingat nama e-commerce tanpa diberi nama. Untuk brand awareness without aided selama 2019, kami mendapati Tokopedia menduduki posisi pertama. Sedangkan di belakangnya ada Shopee, Bukalapak, Lazada, BliBli, JD.ID, dan OLX," kata Ai Mulyani, Head of Research and Data Analysis PDAT, dalam acara Ngobrol@Tempo bertajuk 'Juara E-Commerce 3029' yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Dalam survei PDAT, tingkat popularitas Shopee dan Tokopedia ini masing-masing mencapai 90 persen dan 80 persen dari total responden. Peringkat ketiga hingga ketujuh ditempati Bukalapak, Lazada, Blibli, JD.ID, dan OLX.

Sementara, jika ditinjau dari sisi jenis kelamin, rupanya memiliki hasil yang berbeda. Berdasarkan data yang dipaparkan, Shopee menjadi e-commerce terpopuler di kalangan perempuan. Lalu diikuti oleh Tokopedia dan Bukalapak.

Hasil sebaliknya terjadi pada responden laki-laki. Menurut survei PDAT, e-commerce yang paling populer di kalangan kaum Adam adalah Tokopedia. Lalu diikuti oleh Bukalapak dan Shopee.

"Perempuan lebih aware untuk brand Shopee. Sedangkan untuk laki-laki lebih condong ke Tokopedia dan Bukalapak. Lalu BliBli sendiri berimbang antara keduanya," papar Ai.

Dia menilai, preferensi tersebut terbentuk karena beberapa hal termasuk kelengkapan barang-barang dari masing-masing jenis kelamin. Di Shopee, produk yang dijual didominasi oleh perlengkapan kecantikan dan fesyen.

Sementara di Tokopedia maupun Bukalapak identik dengan menjual barang-barang digital, elektronik, dan perlengkapan hobi seperti action figure, yang lebih diminati laki-laki.

Lebih lanjut, untuk lalu lintas di situs (web traffic), Tokopedia dan Shopee menduduki posisi pertama dengan akses pengunjung terbanyak. Menyusul di belakangnya ada Bukalapak dan Lazada.

Namun, secara aplikasi, Shopee menjadi aplikasi e-commerce dengan unduhan terbanyak mengalahkan para pesaingnya.

Saat ini, e-commerce sudah menjadi kebutuhan karena mampu memberi kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hampir semua barang tersedia dan calon pembeli lebih praktis mencari produk yang diinginkan.

Baik transaksi jual beli maupun pembayaran digital pun dapat dengan mudah dilakukan melalui internet dan perangkat telepon genggam, kapan saja dan dimana saja.

Selama beberapa tahun terakhir, berbagai platform e-commerce bermunculan di Tanah Air dan tumbuh dengan drastis. Bank Indonesia bahkan menyebutkan bahwa di 2019 ini, jumlah transaksi e-commerce per bulannya mencapai Rp11 triliun hingga Rp13 triliun.

Berdasarkan prediksi McKinsey, pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat delapan kali lipat dari total belanja online senilai US$8 miliar pada 2017 menjadi US$55 miliar hingga US$65 miliar pada 2020.

Sektor e-commerce pun turut berperan mempengaruhi perkembangan ekonomi digital Indonesia dan pemberdayaan UMKM.

Geliat e-commerce di Tanah Air tentu menimbulkan persaingan yang tak dapat dihindari. Berbagai platform berlomba untuk menjadi top of mind bagi para penggunanya.

Dengan adanya pendanaan baru dan berbagai kolaborasi dengan perusahaan pembayaran digital, setiap e-commerce berusaha untuk memperkuat posisinya. Ditambah lagi dengan berbagai promo cashback, end year sale, dan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) juga menambah daya tarik untuk berbelanja online.

Perkembangan e-commerce dan berbagai potensi yang dimilikinya, mendorong Tempo Media, melalui PDAT, melakukan riset mengenai pasar e-commerce di Indonesia.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA