Ilmuwan Temukan Fosil Pohon Tertua di New York

IN
Oleh inilahcom
Minggu 22 Desember 2019
share
 

INILAHCOM, New York - Fosil pohon yang berusia 386 juta tahun ditemukan di sebuah bekas tambang di New York, AS.

Para ilmuwan meyakini jika hutan tempat pohon itu awalnya begitu luas hingga membentang ke wilayah Pennsylvania.

Penemuan fosil pohon ini diperkirakan dua juta atau tiga juta tahun lebih tua dari fosil hutan yang sebelumnya dianggap tertua di dunia, yakni hutan di Gilboa, juga di New York.

Temuan itu memberi informasi baru mengenai evolusi pohon, dekikian lansir BBC News.

Lebih dari 10 tahun yang lalu, para ahli dari Cardiff University di Wales, Binghamton University di AS dan Museum Negara Bagian New York mulai mempelajari situs di kaki Pegunungan Catskill di Lembah Hudson.

Sejak itu, mereka telah memetakan lebih dari 3.000 m2 hutan dan menyimpulkan bahwa hutan itu adalah rumah bagi setidaknya dua jenis pohon, yakni Cladoxylopsids dan Archaeopteris.

Para peneliti mengatakan mereka juga menemukan akar kayu yang sangat panjang yang mengubah cara tanaman dan tanah mengumpulkan air.

"Ini adalah hutan yang sangat kuno, yang ada sejak awal planet berubah menjadi hijau dan hutan menjadi bagian normal dari sistem Bumi," kata Dr Chris Berry, pakar tumbuhan dari Cardiff University.

Peneliti mengatakan hutan pernah musnah karena banjir. Para peneliti itu juga menemukan fosil ikan di permukaan tambang.

Penelitian ini menunjukkan waktu yang menandai transisi, dari planet tanpa hutan dan ke yang sebagian besar tertutup pohon.

Dr Berry mengatakan mempelajari situs tersebut dapat memberi kita pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pohon berevolusi dan bagaimana mereka menurunkan karbon dioksida (CO2) dari atmosfer.

"Kami menyadari saat ini bahwa memiliki hutan adalah hal yang baik dan membakar hutan dan deforestasi adalah hal yang buruk," ujarnya.

Prof Howard Falcon-Lang dari Royal Holloway, London, Inggris mengatakan bahwa tidak ada keraguan bahwa ini adalah hutan fosil pohon paling tua yang diketahui.

"Mungkin saja di masa depan, sesuatu yang bahkan lebih tua muncul - paleontologi penuh kejutan! Tapi untuk saat ini, ini sangat menarik," kata dia.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA