Ruangguru Peroleh Suntikan Dana US$150 Juta

IN
Oleh inilahcom
Minggu 29 Desember 2019
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Platform belajar online Ruangguru mengumumkan mendapat pendanaan Seri C sebesar US$150 juta yang dipimpin General Atlantic dan CGV Capital, diikuti oleh EV Growth, UOB Venture Management, dan sejumlah investor baru lainnya.

"Kami sangat antusias menyambut kemitraan dengan General Atlantic dan GGV Capital ini. Kami yakin dua perusahaan ini telah memahami visi kami, yakni membangun perusahaan pendidikan yang berdampak sosial tinggi dan juga berkelanjutan," kata Founder & CEO Ruangguru Belva Devara, dalam keterangan tertulisnya.

"Kami berharap kemitraan ini dapat membantu kami untuk mencapai misi kami," imbuh dia.

Pendanaan Seri C ini akan digunakan untuk mengembangkan produk layanan Ruangguru di Indonesia dan Vietnam, yang baru beberapa bulan ini beroperasi di negara tersebut.

General Atlantic membuka kantor cabang di Indonesia sejak Desember 2018, pendanaan ini merupakan yang kedua bagi perusahaan investasi tersebut setelah PT MAP Boga Adiperkasa.

Sebagai bagian dari investasi, Managing Director dan Pimpinan General Atlantic Indonesia, Ashish Saboo, akan bergabung ke jajaran komisaris Ruangguru.

"Kami berkomitmen untuk mendukung perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, termasuk dalam membantu pemerintah, guru-guru, dan orangtua dalam mengoptimalkan kegiatan belajar yang holistik dan membantu pelajar di Indonesia untuk menjadi lebih kompetitif secara global," kata Saboo.

"Kami yakin bahwa pengalaman panjang kami bersama berbagai perusahaan teknologi pendidikan lainnya di dunia dapat membantu Ruangguru bertumbuh pesat," lanjut dia.

Ruangguru terkenal menyediakan layanan belajar virtual untuk pelajar SD, SMP, dan SMA, bernama Ruangbelajar. Selain itu, mereka juga memberikan materi pelatihan profesi dan keterampilan serta platform sistem manajemen belajar untuk perusahaan.

Perusahaan rintisan Ruangguru berdiri sejak 2014. Pada pertengahan 2019, platform ini memiliki 15 juta pendaftar. Sekitar 80 persen pengguna platform berada di luar Jakarta.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA