Meski Diblokir AS, Pendapatan Huawei Tetap Naik

IN
Oleh inilahcom
Senin 06 Januari 2020
share
 

INILAHCOM, Beijing - Huawei melaporkan pendapatan tahunan senilai US$122 miliar (atau sekitar Rp1.696 triliun) pada 2019. Pendapatan ini tumbuh 18 persen dibandingkan tahun 2018 (secara year-on-year).

Meskipun angka tersebut meleset dari target awal 2019, yakni sebanyak US$125 miliar, namun Chairman Huawei Eric Xu mengatakan revenue tersebut dicapai di tengah-tengah pemblokiran yang dilakukan oleh AS.

Sebelumnya, pemerintahan Donald Trump khawatir Huawei menjadi ancaman keamanan nasional AS karena peralatannya dapat digunakan memata-matai untuk Pemerintah China.

Karena itu, pada Mei 2019, Washington memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan AS yang bernama entity list. Perusahaan-perusahaan AS pun dilarang berbisnis dengan Huawei.

Salah satu akibatnya, ponsel-ponsel Huawei mulai seri Mate 30 tidak bisa lagi menggunakan aneka layanan Google, seperti Gmail dan Play Store.

AS pun turut memblokir seluruh produk teknologi bikinan Huawei. Mulai perangkat infrastruktur jaringan hingga ponsel terkini Huawei tidak lagi bisa dijual di Negeri Paman Sam itu.

Baca juga: Huawei Prediksi 2020 Sebagai Tahun yang Sulit

Meski demikian, seperti pendapatannya yang tetap naik, Huawei turut mencatat kenaikan penjualan smartphone sepanjang 2019. Jumlahnya sebanyak 240 juta unit, meningkat dari 206 juta unit di tahun 2018.

Huawei bereaksi terhadap pemblokiran dengan menggugat undang-undang yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump tersebut.

Mengutip Gizmochina, Eric Xu mengakui bahwa daftar hitam dari AS ke depannya akan makin mempersulit posisi Huawei dalam upayanya untuk 'bertahan hidup dan berkembang'.

Salah satu upaya Huawei bertahan adalah dengan memangkas unit dan manager yang dinilai berkinerja kurang memuaskan. Eric Xu mengatakan, perusahaan berniat memberhentikan sekitar 10 persen manager yang menunjukkan performa buruk tahun ini.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA