Carlos Ghosn Ramal Nissan Bangkrut 2-3 Tahun Lagi

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 25 Januari 2020
share
 

INILAHCOM, Tokyo - Mantan bos Nissan dan Renault, Carlos Ghosn, memperkirakan bahwa Nissan akan bangkrut dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Hal tersebut dia katakan kepada pengacaranya dalam wawancara 10 jam sebelum dirinya melarikan diri dari Jepang.

Ghosn membuat prediksi akhir tahun lalu dalam serangkaian percakapan tentang penangkapan dan penuntutannya, kata Nobuo Gohara, sang pengacara yang juga mantan jaksa penuntut sekaligus kritikus vokal sistem peradilan Jepang.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa Nissan mungkin akan bangkrut dalam dua hingga tiga tahun," kata Gohara, dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, Jepang, baru-baru ini, seperti dilansir Bloomberg.

Menurut Gohara, Ghosn tidak menjelaskan alasan terperinci bagaimana Nissan akan mengalami kesulitan.

Azusa Momose, juru bicara Nissan, menolak berkomentar. Perusahaan yang berbasis di Yokohama ini menderita penurunan penjualan mobil di China dan Eropa, mendorongnya untuk memangkas perkiraan laba dan penjualan untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret dan mengatakan akan memangkas 12.500 pekerja secara global.

Gohara mengatakan ia bertemu dan mewawancarai Ghosn lima kali selama periode dua bulan, tepat sebelum mantan eksekutif mobil itu melarikan diri, untuk sebuah buku yang ia rencanakan untuk diterbitkan sebelum dimulainya persidangan Ghosn, yang tidak lagi mungkin terjadi.

Gohara terakhir bertemu dengan Ghosn dua hari sebelum Ghosn melarikan diri ke Beirut, Lebanon, Desember lalu.

Pengacara mengatakan dia memiliki izin dari Ghosn untuk mengungkapkan rincian percakapan mereka.

Gohara secara teratur mengomentari masalah seputar sistem peradilan Jepang di blog dan penampilan TV-nya. Sejak penangkapan Ghosn, dia juga mengkritik peradilan Jepang.

Ghosn yang berusia 65 tahun, yang berbicara awal bulan ini dari Beirut, mengatakan dia melarikan diri dari Jepang karena dia tidak lagi berpikir dia akan memiliki pengadilan yang adil dan cepat.

Mantan eksekutif itu menghadapi beberapa tuduhan pelanggaran keuangan, termasuk melaporkan gaji yang tidak sesuai dan pelanggaran kepercayaan.

Dalam dakwaan yang terakhir, jaksa penuntut Jepang menuduhnya mengalihkan kerugian perdagangan pribadi kepada Nissan dan menggunakan dana perusahaan untuk keuntungannya sendiri dan keluarganya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA