Bugatti Masih Belum Mau Ikut Tren Mobil Listrik

IN
Oleh inilahcom
Senin 27 Januari 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Molsheim - Manufaktur supercar asal Prancis, Bugatti, menyatakan belum mau mengikuti tren otomotif dunia yang beralih dari mobil bermesin bakar (combustion engine) ke mobil berpenggerak listrik.

CEO Bugatti Stephan Winkelmann menyatakan bahwa populasi Bugatti yang tidak terlalu banyak, dinilai tidak memberikan dampak emisi yang signifikan

Dia juga menjelaskan mesin W16 dengan 16 piston silinder yang digunakan mobil-mobil Bugatti memberikan sensasi kecepatan dan daya tarik emosional untuk para pemiliknya, sehingga mereka belum berniat menggantinya dengan mesin listrik.

"Untuk 10 tahun ke depan, hanya mesin W16 yang memberikan emosi dan sensasi yang diharapkan oleh konsumen supercar kami," kata Winkelmann, seperti dilansir AFP.

Saat ini, kurang dari 700 unit Bugatti yang beredar di seluruh dunia.

Mobil super itu juga tidak dipakai setiap hari oleh pemiliknya, melainkan hanya 1.200 kilometer per tahun atau 100 kilometer per bulan.

"Mungkin karena rata-rata pemilik Bugatti punya koleksi 42 mobil untuk dipakai," kata perusahaan otomotif yang menjadi bagian dari Volkswagen Group itu.

Tim Bravo, kepala divisi komunikasi perusahaan mengatakan pemilik Bugatti umumnya bukan 'pejuang lingkungan', namun mereka berkontribusi terhadap perubahan iklim dengan cara lain, misalnya berdonasi.

"Banyak dari mereka menyumbang untuk masalah lingkungan, meskipun kebanyakan orang mungkin tidak mengetahuinya," kata Tim Bravo.

Winkelmann kembali menambahkan, "Tahun 2019 adalah tahun sangat baik bagi Bugatti, yang terbaik sejak 1998 dalam hal pendapatan, pengiriman, dan pendapatan."

Konsumen Bugatti adalah kalangan berkantong tebal karena harga Bugatti Chiron US$2,8 juta (sekitar Rp35 miliar) sedangkan harga Bugatti Divo bisa menembus Rp75 miliar. Harga itu pun belum termasuk pajak.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA