https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   31 January 2020 - 17:17 wib

Toyota Tutup Sementara Pabrik di China

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Guangdong - Toyota memutuskan untuk menutup sementara pabrik mereka di China menyusul terus menyebarnya wabah Virus Corona yang kini telah merenggut lebih dari 200 korban jiwa.

Raksasa otomotif Jepang itu memiliki sejumlah pabrik yang beroperasi di daerah-daerah utara dan selatan China seperti Tianjin dan Guangdong.

Pihak Toyota mengatakan, penutupan setelah liburan Tahun Baru Imlek sejalan dengan penguncian transportasi di beberapa tempat, serta upaya untuk melakukan pengecekan atas pasokan suku cadangnya.

Sebelumnya, perusahaan otomotif Renault juga memutuskan untuk membuka kembali pabriknya di China pada 10 Februari 2020, menyusul tindakan preventif virus corona dan penambahan liburan Tahun Baru Imlek.

Baca juga: Renault Buka Kembali Pabrik Wuhan pada 10 Februari

Pemerintah China pun menambahkan tiga hari untuk liburan selama seminggu, yang akan berlangsung hingga 2 Februari 2020.

Hal ini merupakan upaya pemerintah setempat untuk membatasi penyebaran virus corona, yang telah menginfeksi ribuan dan menewaskan 213 korban jiwa di China.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Inilah 5 Makanan Terlezat dan Enak Khas China

Pandemi Covid-19 telah membawa duka yang sepertinya tak berkesudahan. Lebih dari seribu orang m
berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

Inersia

Hati-hati Masuk Restoran di China, Bumbunya Pakai Narkoba

Kalau Anda kebetulan tengah plesiran ke China, sebaiknya berhati-hati. Khususnya ketika akan sing
berita-headline

IXU

Apakah Wudhu Bisa Menghilangkan Virus?

PertanyaanApakah Wudhu Bisa Menghilangkan Virus?JawabanMenurut dr. M
berita-headline

Viral

Peluang Selidiki Asal-Usul COVID-19 Hampir Tertutup

Peluang untuk melakukan studi penting tentang awal mula pandemi COVID-19 hampir tertutup, kata pa