Pengguna Aktif Bertambah, Pendapatan Twitter Naik

IK
Oleh ikhsan
Senin 17 Februari 2020
share
 

INILAHCOM, San Francisco - Jejaring sosial Twitter melaporkan pendapatan mereka pada kuartal keempat (Q4) tahun 2019 lalu mencapai US$1,01 miliar atau sekitar Rp13,8 triliun.

Raihan itu naik sebesar 11 persen dari tahun sebelumnya (year-over-year) dan diklaim sebagai pendapatan per kuartal terbesar Twitter sejak berdirinya perusahaan itu pada 2006 silam.

Mengutip CNET, peningkatan pendapatan tersebut didorong oleh kenaikan jumlah Daily Active User (DAU) Twitter atau jumlah pengguna aktif harian yang masuk ke situs Twitter dan terpapar iklan.

Jumlahnya pada Q4 2019 mencapai 152 juta, naik hampir 21 persen dari jumlah 126 juta yang tercatat di periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Periode Q4 adalah penutupan yang kuat tahun 2019 ini. Pertumbuhan penggunaan harian ini sebagian besar didorong oleh peningkatan kualitas produk," ujar CFO Twitter Ned Segal dalam konferensinya dengan analis Wall Street.

Seperti media sosial lainnya, Twitter telah melakukan beberapa perubahan layanan. CEO Twitter Jack Dorsey menjelaskan beberapa layanan yang mereka lakukan ini untuk meningkatkan jumlah pengguna Twitter.

"Kami percaya hal ini menjadi faktor pertumbuhan bagi kami dalam jangka panjang dan mendorong lebih banyak percakapan di Twitter," ucap Dorsey optimistis.

Beberapa layanan baru Twitter di antaranya adalah meminimalisir komentar negatif dengan membersihkan para bot atau troll dan para pengguna yang menyebarkan informasi keliru.

Pada Maret mendatang, Twitter juga akan memulai melabeli komentar-komentar negatif tersebut, termasuk unggahan deepfake yang memanipulasi video sehingga tampak pelaku di dalamnya adalah orang tertentu, padahal bukan.

Selain itu, Twitter juga akan menguji fitur yang dapat mendorong lebih banyak percakapan positif dan menyembunyikan balasan komentar yang tidak pantas atau berpotensi menyinggung orang lain.


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA