Sony Masih Galau Tentukan Harga Jual PS5

IN
Oleh inilahcom
Selasa 18 Februari 2020
share
 

INILAHCOM, New York - Sony kabarnya masih bingung dalam menentukan harga dari PlayStation 5 yang rencananya bakal rilis di musim liburan tahun ini. Pasalnya, beberapa komponen yang dipakai oleh konsol game anyar itu, seperti cooling system, kini tengah mengalami kenaikan harga.

Selain itu, suplai komponen DRAM dan NAND flash juga masih langka, karena tingginya permintaan dari sejumlah perusahaan manufaktur smartphone seperti Samsung, yang saat ini tengah memproduksi perangkat dengan teknologi 5G.

Kelangkaan komponen tersebut membuat harga komponen-komponen tersebut menjadi mahal. Hal ini memaksa Sony mendongkrak harga produksi PS5 menjadi sekitar Rp6,1 juta.

Ini menjadi keputusan yang sulit bagi Sony mengingat persaingannya dengan Microsoft yang juga meluncurkan konsol game barunya, Xbox Series X, di waktu yang sama.

Sebelumnya, Sony merilis PS4 dengan harga US$399 (sekitar Rp5,4 juta) dengan harga produksi sebesar US$381 (sekitar Rp 5,2 juta).

Dengan menerapkan selisih keuntung yang sama, diduga PS5 akan meluncur dengan harga US$470 (sekitar Rp6,4 juta).

Analis Macquarie Capital, Damian Thong, menyebut bahwa harga tersebut akan membuat konsumen berpikir dua kali sebelum membeli PS5. Padahal, saat ini PS4 Pro masih dianggap mahal, dan masih sering mendapatkan potongan harga.

"Konsumen akan membandingkan harga (PS5) dengan harga PS4 di waktu peluncurannya," kata Damian, seperti dilansir Bloomberg.

Perusahaan video game diketahui menetapkan harga untung yang tipis, dan bahkan merugi ketika menjual konsolnya. Biasanya keuntungan baru didapat melalui penjualan game dan layanan berlangganan pada konsol.

Sebagian pihak berpendapat bahwa PS5 harus dijual dengan harga yang murah untuk berkompetisi dengan Xbox Series X, meski akan merugi. Di sisi lain, Sony juga ingin mendongkrak harga jual PS5 untuk mendapat untung seperti dengan PS4.

Menanggapi hal tersebut, Chief Executive Officer Sony Kenichiro Yoshida mengatakan bahwa pihaknya ingin berfokus pada jumlah pemain, bukan jumlah konsol yang terjual.

"Kami ingin menjaga harga material konsol di bawah kendali dan berfokus pada jumlah unit pada produksi awal," kata Kenichiro.

Beberapa rumor juga mengatakan bahwa Sony akan meluncurkan headset VR terbarunya setelah peluncuran konsol PS5. [ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA