Zuckerberg: Konten Online Mesti Segera Diatur

TA
Oleh taufiqqurakhman
Rabu 19 Februari 2020
share
 

INILAHCOM, Munich - CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa konten online seharusnya diatur dalam sistem yang berada di antara aturan yang digunakan untuk perusahaan telekomunikasi (telko) dan industri media.

Hal tersebut disampaikannya dalam gelaran Munich Security Conference di Jerman, baru-baru ini. Dia menyebut Facebook telah meningkatkan pekerjaannya melawan campur tangan online pada pemilu, dan meminta regulasi yang tepat terhadap perusahaan media sosial.

"Saya pikir harus ada peraturan tentang konten berbahaya... ada pertanyaan tentang kerangka mana yang Anda gunakan untuk ini," kata Zuckerberg selama sesi tanya jawab, seperti dilansir Reuters.

"Saat ini ada dua kerangka kerja yang saya pikir dimiliki industri yang ada seperti surat kabar dan media, dan kemudian ada model tipe telekomunikasi, yaitu 'data mengalir begitu saja melalui Anda, tetapi Anda tidak akan meminta tanggung jawab perusahaan telekomunikasi jika seseorang mengatakan sesuatu yang berbahaya dalam saluran telepon," lanjutnya.

"Saya benar-benar berpikir di mana kami seharusnya berada di antara keduanya," Zuckerberg menambahkan.

Facebook dan raksasa media sosial termasuk Twitter dan Google semakin mendapat tekanan dalam memerangi kelompok politik yang menggunakan platform mereka untuk menyebarkan informasi yang salah dan menyesatkan.

Zuckerberg mengatakan bahwa saat ini perusahaannya mempekerjakan 35.000 orang untuk meninjau konten online dan menerapkan langkah-langkah keamanan.

Tim tersebut bersama dengan teknologi yang dimiliki Facebook saat ini menangguhkan lebih dari 1 juta akun palsu setiap hari. Dia menambahkan bahwa sebagian besar terdeteksi dalam beberapa menit setelah mendaftar.

"Anggaran kami hari ini lebih besar daripada seluruh pendapatan perusahaan ketika kami go public pada 2012, saat kami memiliki satu miliar pengguna," ujar Zuckerberg.

"Saya bangga dengan hasil tersebut, tetapi kami harus tetap waspada," tambah dia. [ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA