Teradata Dorong Perusahaan Migrasi ke Hybrid Cloud

IB
Oleh ibnu
Jumat 21 Februari 2020
share
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Teradata mengumumkan peluncuran Teradata Vantage, platform pengolahan data berbasis hybrid cloud, multi-cloud, dan public cloud yang mampu menyatukan dan menganalisa berbagai jenis data yang ditawarkan dalam bentuk model bisnis subscription.

Presiden Direktur Teradata Indonesia Erwin Sukiato mengatakan, Teradata Vantage memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan pengolahan data dengan mengintegrasikan fungsi dari mesin analytics yang preskriptif, prediktif, dan deskriptif, pengambilan keputusan secara otonom, dan fungsi machine learning.

Adapun dua industri utama yang menjadi fokus bisnis Teradata adalah perbankan dan sektor pemerintahan.

"Teradata membantu industri perbankan dalam mendeteksi kemungkinan terjadinya fraud dan peningkatan analisa prediksi resiko serta meningkatkan pengalaman dengan customer menjadi lebih baik. Sektor pemerintahan, terutama Direktoral Jenderal Pajak, juga terbantu oleh Teradata untuk mengolah data Wajib Pajak dengan cepat dan efisien serta mendeteksi dini untuk mengurangi fraud serta penghindaran pembayaran pajak," kata Erwin di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Dia menjelaskan, penggunaan platform dengan basis hybrid cloud memungkinkan semua data berada dalam satu tempat dan dengan mudah diakses di mana saja dan kapan pun.

Ini merupakan sebuah solusi cerdas untuk mengatasi berbagai masalah kompleksitas pengolahan data dan juga meningkatkan kecepatan pengolahan data sehingga lebih efisien.

"Teradata Vantage menjadi sebuah jawaban dalam hal skalabilitias data dan mendukung berbagai antarmuka yang paling umum, termasuk SQL, Python and R, BI dan visualisasi, fungsionalitas lanjutan SAS, Jupyter dan Rstudio," jelas Erwin.

Sementara itu, Executive Vice President Asia Pacific Teradata Keith Budge mengungkapkan, berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh Teradata Vantage diantaranya adalah pengguna dapat menggunakan tiga public cloud service terkemuka dari AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud (tersedia di tahun 2020), serta skema pembayaran pay as you go.

Fleksibilitas skema pembayaran ini juga memberikan keuntungan bagi pengguna. Pengguna hanya membayar apa yang mereka butuhkan sehingga memberikan efisiensi bagi perusahaan. Penggunaan platform berbasis cloud juga memberikan tidak ada batasan dalam ukuran pengolahan data.

"Sekarang sangat penting bagi perusahaan untuk mulai melakukan migrasi ke platform pengolahan data berbasis hybrid cloud untuk meningkatkan efektifitas dan efisisensi sumber daya perusahaan. Cloud subscription dapat menjadi sebuah game changer dalam hal efektifitas biaya, simplisitas akses data, dan efisiensi pengolahan data. Hal ini memberikan value yang tak tertandingi bagi kemajuan dan pertumbuhan bisnis perusahaan," ujar Budge. [ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA