Grab Siapkan Layanan Taksi Terbang

IN
Oleh inilahcom
Senin 24 Februari 2020
share
 

INILAHCOM, Singapura - Perusahaan ride-hailing asal Singapura, Grab, kabarnya tengah mempersiapkan layanan taksi terbang.

Hal tersebut terlihat dari nota kesepahaman (MoU) antara Grab dan Volocopter, startup yang memproduksi helikopter dengan desain baling-baling mirip sebuah drone.

Baik Grab maupun Volocopter, kabarnya akan mencari lokasi yang cocok serta rute perjalanan yang sesuai di kawasan Asia Tenggara untuk uji coba.

Nantinya, layanan taksi terbang ini juga dapat dipesan secara online, sama seperti layanan Grab pada umumnya.

"Kolaborasi ini menawarkan potensi kerja sama yang jauh lebih besar yang pada akhirnya bisa memperluas mobilitas antarmoda di udara," kata Florian Reuter, CEO Volocopter.

Baru-baru ini Velocopter memamerkan pesawat terbang elektrik buatan mereka dalam sebuah konferensi teknologi di Singapura.

Dalam ajang tersebut, pesawat tersebut dipamerkan bersama sebuah 'VoloPort' atau helipad yang khusus dibuat untuk Volocopter. VoloPort tersebut akan menjadi titik di mana pesawat akan mengudara atau mendarat.

Nantinya, VoloPort akan digunakan helikopter untuk berhenti dari satu tempat ke tempat yang lain.

Adapun ukuran helikopter untuk taksi terbang yang dibuat Volocopter ini cukup kecil. The Verge mendeskripsikan bentuk helikopter ini mirip dengan telur dengan 18 rotor. Kemungkinan, helikopter ini hanya bisa mengangkut satu penumpang dalam satu waktu.

Taksi terbang ini tentu berbeda dari pesawat terbang pada umumnya. Volocopter akan fokus beroperasi di sejumlah titik lokal. Sehingga, penumpang akan diangkut dan diturunkan dari satu VoloPort ke Voloport yang lain.

Taksi terbang online ini rencananya akan mulai lepas landas pada 2022. Volocopter menargetkan akan membuat puluhan titik VoloPort di Singapura pada tahun 2035 mendatang.

Dengan jumlah sebanyak itu, Grab diperkirakan bisa mengangkut sebanyak 10.000 penumpang setiap hari.

Grab bukanlah satu-satunya perusahaan ride-hailing yang mengincar potensi taksi udara. Sebelumnya, Uber juga mengatakan bahwa mereka berencana akan meluncurkan layanan taksi terbang pada 2023.

Uber kabarnya telah bekerja sama dengan beberapa mitra, salah satunya produsen pesawat terbang VTOL.

Selain Uber, sebenarnya ada beberapa perusahaan lain juga yang sempat sesumbar dengan proyek serupa, namun gagal karena banyak kendala.

Kitty Hawk yang pernah berjanji meluncurkan proyek mobil terbang dan didukung oleh pendiri Google, Larry Page, gagal memenuhi janjinya lantaran banyak laporan negatif, seperti terbakar atau kerusakan.

Ada pula Zunum Aero yang pendanaannya terkuras setelah ditinggal Boeing sebagai salah satu investornya. Mereka juga dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja. [ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA