Program SATRIA, Toyota Pilih 20 Atlet Muda

IK
Oleh ikhsan
Selasa 25 Februari 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi dalam program athlete scouting bertajuk SATRIA (Satukan Bakat Negeri Kita), akhirnya terpilih 20 orang atlet muda potensial Indonesia yang akan berkesempatan mendapatkan bantuan pengembangan prestasi di cabang olahraganya masing-masing.

Sedikit kilas balik, SATRIA diluncurkan pada Agustus 2019 sebagai salah satu kontribusi Toyota dalam mendukung perkembangan olahraga nasional.

Tidak hanya melakukan proses penyeleksian atlet, selama program berjalan, juga dilaksanakan workshop di beberapa kota bagi atlet-atlet muda Indonesia.

Baca juga: Cari Atlet Muda Berbakat, Toyota Luncurkan SATRIA
Baca juga: Program SATRIA Masuki Tahapan Workshop

Proses seleksi dan pembinaan atlet dilakukan oleh tiga orang mentor, yaitu mantan perenang Richard Sambera, tokoh penting dalam olahraga disabilitas di Indonesia Dr Nino Susanto, dan wartawan olahraga senior Eko Widodo.

Selama kurun waktu 6 bulan, mereka mencari atlet-atlet muda potensial, yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraganya namun juga mempunyai semangat yang mencerminkan nilai-nilai 'Start Your Impossible' dalam dirinya.

Akhirnya, terpilihlah 20 atlet yang berasal dari berbagai daerah dan cabang olahraga seperti atletik, angkat besi, balap sepeda nomor MTB, selancar, renang, taekwondo, judo, serta juga terpilih dari atlet paralimpik untuk olahraga di bidang atletik, renang, boccia, dan tenis meja.

Selama 1 tahun, Toyota akan memberikan dukungan terhadap ke-20 atlet tersebut untuk membantu mereka dalam mewujudkan impiannya di tahun 2020 ini.

Dukungan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet, antara lain support untuk mengikuti turnamen/ kejuaraan di tingkat nasional ataupun internasional, training, alat-alat olahraga, maupun program mentoring & coaching.

Tak hanya support dalam pengembangan skill atlet, nantinya dipilih enam orang di antaranya yang akan diberi kesempatan untuk berkunjung ke Olympic Games & Paralympic Games Tokyo 2020.

Kunjungan ke event olahraga internasional 4 tahunan ini bertujuan untuk menambah khasanah wawasan para atlet muda tersebut serta diharapkan dapat memberikan motivasi dan menginspirasi mereka untuk dapat mewujudkan impiannya menjadi wakil Indonesia di ajang Olympic/ Paralympic Games di masa depan.

Vice President Director Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto menyebutkan bahwa Toyota tidak hanya berkomitmen pada pengembangan industri otomotif nasional, tapi juga pada pengembangan masyarakat Indonesia.

"Semoga program SATRIA ini dapat berkontribusi positif terhadap pengembangan atlet dan olahraga nasional. Kami berharap para atlet ini mempunyai semangat 'Start Your Impossible' yang memacu mereka agar tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan untuk dapat mencapai cita-citanya sebagai juara," ujar Henry.

Melalui program SATRIA ini diharapkan agar menjadi batu loncatan prestasi bagi para atlet muda berbakat Indonesia di level yang lebih tinggi, bahkan di kancah internasional.

Contohnya saja, Luluk Diana Tri Wijayana, atlet angkat besi dari Pacitan, Jawa Timur. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya yang berpengaruh pada kondisi psikologisnya, Luluk masih mampu menunjukkan prestasinya, salah satunya dengan mencetak rekor dan meraih emas di ajang Popnas 2019 di kelas 49 kg.

Sebagai atlet muda, Luluk mempunyai potensi yang cukup besar. Dia diprediksi dapat menjadi atlet yang mewakili Indonesia di level Asia dan dunia. Impiannya adalah dapat menjadi juara di kelas 49 kg.

Guna menambah jam terbang dan pengalamannya, Luluk perlu dilibatkan dalam pertandingan-pertandingan level kelompok umur regional dan turut serta dalam event besar seperti Youth Olympic Games.

Dalam mengatasi hambatan yang dialaminya selama ini, melalui program SATRIA Luluk akan mendapatkan support berupa peralatan latihan, serta sesi coaching & counseling yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuannya sebagai atlet.



Sementara itu, atlet tenis meja disabilitas asal Kalimantan Barat, Cici Juliani, memiliki impian besar sama halnya seperti Luluk. Kendati berasal dari daerah pedalaman dan berlatar belakang dari keluarga petani, atlet muda tenis meja berusia 17 tahun ini tidak pernah menyerah atas kesulitan yang dihadapinya.

Cici mempunyai kendala dalam hal kelancaran latihan, antara lain kurangnya alat-alat penunjang latihannya. Bahkan, pada awal program SATRIA berjalan, dia mengalami cidera pada kakinya. Namun, kondisi sulit yang dihadapinya tidak menyurutkan tekad Cici.

Pada tahun 2020 ini. Cici mempunyai mimpi untuk dapat masuk Pelatnas. Untuk dapat lolos seleksi, dia harus giat berlatih guna mengasah kemampuannya.

Melalui program SATRIA, Cici mendapatkan support dalam hal pelatihan dan peralatan demi mempersiapkannya dalam berkompetisi di beberapa kejuaraan seperti Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) dan Para Indonesia Open 2020.

Cici bermimpi suatu hari nanti dapat berlaga mewakili Indonesia dan menjadi juara di turnamen-turnamen di Asia maupun internasional. Untuk dapat mewujudkan impiannya, Cici bertekad kuat dan berlatih dengan sungguh-sungguh.

Berikut daftar 20 atlet muda yang terpilih dalam program SATRIA:

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA