Akibat Wabah Virus Corona

Februari, Penjualan Otomotif China Terpuruk

TA
Oleh taufiqqurakhman
Selasa 25 Februari 2020
share
 

INILAHCOM, Beijing - Penyebaran virus corona membuat pasar otomotif terbesar di dunia, China, pada periode Februari 2020 terpuruk dengan penurunan hingga 92 persen.

Penurunan terparah itu sudah mulai terlihat pada awal Februari. Otoritas setempat mencatat hanya sekitar 811 kendaraan yang berhasil terjual sehingga menyebabkan penurunan yang terparah sekitar 96 persen jika dilihat dari tahun sebelumnya.

"Hampir tidak ada orang di diler mobil di pekan pertama Februari karena kebanyakan orang tinggal di rumah," kata Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association (CPCA), seperti dilansir CarsCoops.

Menurut dia, kemerosotan penjualan besar-besaran ini adalah efek sementara dari wabah itu. Asosiasi itu mengharapkan akan adanya penaikan minat beli karena lebih banyak ruang pamer yang akan dibuka kembali.

"Sangat sedikit diler yang dibuka pada pekan pertama bulan Februari dan mereka memiliki lalu lintas pelanggan yang sangat sedikit," ujar Cui.

Sebagai tanggapan terhadap masalah ini, pembuat mobil China Geely meluncurkan layanan penjualan 'contactless' baru yang memungkinkan pelanggan membeli mobil secara online.

Perusahaan otomotif lain, seperti Nissan dan Honda, lebih lanjut menunda pembukaan kembali pabrik mereka di China hingga setidaknya 11 Maret 2020, menyusul pengumuman terbaru pemerintah daerah.

Shutdown China telah mengganggu tak hanya pasar mereka sendiri tetapi juga rantai pasokan global, dengan pembuat mobil tidak dapat menerima bagian yang diperlukan untuk pembuatan kendaraan mereka.

FCA terpaksa menghentikan produksi 500L di pabrik mereka di Serbia, sementara Jaguar Land Rover juga akan kehabisan komponen jika situasi ini berlanjut. [ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA