Shell ExpertConnect

Shell Gelar Diskusi Penerapan B30 di Indonesia

IN
Oleh inilahcom
Rabu 26 Februari 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Shell Indonesia kembali menggelar Shell ExpertConnect untuk yang ketiga kalinya. Acara ini merupakan wadah kolaborasi dan forum diskusi tentang topik tren industri terkini.

Bekerja sama dengan Pusat Penelitian LEMIGAS, gelaran kali ini mengambil tema 'Maximizing Performance in B30 implementation Era' dan dihadiri oleh lebih dari 160 mitra dan pelaku bisnis.

Deputy Director Shell Lubricants Indonesia Andri Pratiwa mengatakan, Shell berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama pelaku bisnis, dalam berbagi informasi dan pengetahuan mengenai teknologi terkini serta penerapannya.

"Dengan berkolaborasi, kita dapat bekerja sama mengantisipasi tantangan yang mungkin terjadi di masa depan, dan sekaligus turut memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan ilmu dan teknologi di Indonesia," ujar Andri.

"Di Shell ExpertConnect kali ini, kami menghadirkan para pakar juga pelaku bisnis di industri terkait untuk dapat berbagi pengalaman, pengetahuan dan praktek terbaik untuk mensukseskan implementasi B30," imbuhnya.

Para pakar yang menjadi pembicara dalam acara Shell ExpertConnect di antaranya Head of Fuel and Aviation Researcher Group LEMIGAS Nanang Hermawan, GM Plant Operation BUMA I Made Yatna, Technical Service Division Head HINO Taryono, dan Product Application Specialist Shell Global Commercial Technology Mohammad Rachman Hidayat.

Dalam kesempatan itu, I Made Yatna dan Taryono menyambut baik acara Experconnect yang dilakukan Shell yang memaparkan dengan jelas fakta dan uji lapangan dari B30 baik dari sisi scientific maupun business practical dan bisa memberikan pengaruh positive terhadap pelaku bisnis yang menggunakan B30.

I Made Yatna mengatakan, dari hasil bench test yang mereka lakukan terhadap B30, bahwa terjadi kenaikan penggunaan bahan bakar (fuel consumption) sebesar 0,83 persen jika dibandingkan dengan bahan bakar konvensional dan ini mengkonfirmasi data spesifikasi B30 dari LEMIGAS.

Di sisi lain karena POME ((Palm Oil Methyl Ester) memiliki sifat membersihkan, maka akan mempengaruhi penggunaan fuel filter. Namun, menurut dia, BUMA sangat mendukung program pemerintah ini dan siap bekerja sama dengan pihak terkait untuk pengujian lebih jauh dan antisipasi yang diperlukan.

Kesiapan implementasi B30 ini juga dilakukan oleh produsen HINO, dimana mereka melakukan inovasi pada fuel system truck dan bus dengan memperbesar kapasitas fuel filter serta menyiapkan option fuel strainer dan mengubah bahan pelapis pada fuel tank dan piping untuk meningkatkan daya tahan kendaraan terhadap penggunaan B30 di Unit truk dan bus HINO terbaru.

Sementara itu, Nanang Hermawan mengatakan bahwa pemanfaatan B30 telah melalui serangkaian pengujian, dari pengujian fisika kima, performance test engine, uji kompatibilitas material dan pengujian stabilitas penyimpanan.

"Sehingga B30 sudah siap untuk diimplementasikan dalam rangka mendukung regulasi Pemerintah," kata dia.

Adapun Mohammad Rachman Hidayat memaparkan tantangantantangan yang dihadapi pelaku bisnis yang menggunakan B30 dibanding dengan bahan bakar konvensional.

Menurut dia, secara umum B30 berbasis POME sangat mempengaruhi sistem bahan bakar dan pelumasan.

Rahman menuturkan dari sisi nilai korosi pada temperature tinggi, POME yang dipakai di Indonesia memiliki tingkat keasaaman yang rendah dibandingkan dengan RME (Rapeseed Methyl Ester) yang biasa digunakan di Eropa.

"Berdasarkan pengalaman dan data Shell, pelumas yang memiliki klasifikasi mutu oil mesin API Service CI-4 terbukti mampu mengatasi bahan bakar B30 atau lebih. Hal ini disebabkan API CI-4 ini memiliki sifat soot handling yang lebih baik dibanding klasifikasi API Service di bawahnya. Klasifikasi CI-4 juga compatible dengan mesin dengan standar emisi EURO IV (non DPF) yang akan segera di terapkan di Indonesia. Karena B30 memiliki kandungan Sulphur yang lebih rendah, sehingga memungkinkan untuk memperpanjang oil drain interval," jelas Rahman.

Sementara dalam penutupannya, Bambang Wahyudi berharap akan lebih banyak lagi forum-forum seperti Shell ExpertConnect yang memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis untuk memahami informasi-informasi teknis yang didukung oleh data ilmiah dan dapat membantu peningkatan produktivitas.

"Forum diskusi seperti ini juga dapat membantu pelaku bisnis dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang diwajibkan untuk industri dan meminimalkan dampak negatif dari penyebaran informasi yang tidak di dukung oleh data ilmiah," kata Bambang. [ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA