Makassar Jadi Kota Terakhir Workshop 'SATRIA'

IN
Oleh inilahcom
Minggu 01 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Makassar - Makassar menjadi kota terakhir tempat dilaksanakannya workshop program 'Satukan Bakat Negeri Kita' atau 'SATRIA'.

Dalam tiga kali penyelenggaraannya, yaitu di Jakarta, Solo, dan terakhir Makassar, tak kurang dari 600 atlet muda Indonesia turut berpartisipasi dan mendapatkan berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan keatletan dan public speaking.

Bertempat di Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (29/2/2020), acara workshop ini dihadiri sekitar 200 orang atlet muda dari Sekolah Menengah Keberbakatan Olahraga Sulawesi Selatan (SMP dan SMA Negeri Keberbakatan Olahraga Sulawesi Selatan) dan dari beberapa Sekolah Luar Biasa binaan dari National Paralympic Committee (NPC) Sulawesi Selatan.

Sama halnya dengan workshop di Jakarta dan Solo, materi workshop di Makassar kali ini disampaikan oleh beberapa narasumber, salah satunya adalah Richard Sam Bera, mantan perenang nasional yang sekaligus berperan sebagai pembina program 'SATRIA'.

Dia pun berbagi pengalaman tentang perjalanan karirnya sebagai atlet yang telah berhasil meraih medali dalam kompetisi olahraga internasional, serta tips untuk melatih atlet menjadi lebih percaya diri dan meningkatkan mental bertanding.

Bersama Richard, hadir pula dua orang pembina 'SATRIA' lainnya yaitu Dr Nino Susanto yang merupakan tokoh penting dalam olahraga disabilitas di Indonesia, serta Eko Widodo yang merupakan wartawan senior olahraga.

Selain itu, turut hadir pula trainer yang merupakan seorang psikolog, Intan Erlita, yang memberikan pelatihan public speaking dan berbagi tips untuk meningkatkan kepercayaan diri berbicara di depan umum dan kamera, serta bagaimana mengelola social media sebagai social branding bagi atlet-atlet muda tersebut.

Sedikit yang membedakan dari penyelenggaraan workshop di kota lainnya, enam orang dari top 20 atlet 'SATRIA' turut hadir untuk berbagi pengalamannya kepada para peserta workshop.

Para atlet muda berbakat Indonesia ini akan mengungkapkan pengalamannya dalam mengikuti program 'SATRIA' dan berbagi cerita mengenai impian mereka di masa depan.

Keenam atlet tersebut adalah Firza Faturahman (Para Atletik) asal Jawa Timur, I Made Pajar Ariayana (Surfing) asal Bali, Mutiara Oktarani Nurul Al Pasha (Atletik) asal Yogyakarta, Aditya Fajar Putu Soekarno (Sepeda BMX) asal Yogyakarta, Abraham Usyor (Judo) asal Papua, dan Luluk Diana Tri Wijayana (Angkat Berat) asal Jawa Timur.

"Saya bersyukur dapat mengikuti program 'SATRIA', karena melalui program ini saya mendapat support dari Toyota untuk mewujudkan impian berlaga di ajang yang lebih tinggi pada tahun 2020 ini," kata Mutiara Oktarani Nurul Al Pasha, saat workshop berlangsung.

Sementara itu, saat ditanya mengenai harapannya di masa depan, Aditya Fajar Putu Soekarno, menyebutkan bahwa dia ingin bisa menjadi atlet masa depan Indonesia di nomor olahraga baru BMX.

"Harapan kami, kegiatan workshop sebagai bagian program 'SATRIA' yang dilandasi semangat 'Start Your Impossible' dapat memotivasi para atlet muda untuk senantiasa mengasah bakat, potensi diri dan mental mereka dalam upaya meraih prestasi tertinggi di cabang olahraganya masing-masing, sehingga kelak dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional," ujar Anton Jimmi Suwandy, Direktur Marketing Toyota-Astra Motor (TAM).

Tentang Program 'SATRIA'

Program 'Satukan Bakat Negeri Kita' atau 'SATRIA' diluncurkan pada Agustus 2019 sebagai salah satu kontribusi Toyota dalam mendukung perkembangan olahraga nasional.

Tak hanya melakukan proses penyeleksian atlet, selama program berjalan, juga dilaksanakan workshop di beberapa kota bagi atlet-atlet muda Indonesia.

Baca juga: Cari Atlet Muda Berbakat, Toyota Luncurkan 'SATRIA'

Proses seleksi dan pembinaan atlet dilakukan oleh tiga orang mentor, yaitu mantan perenang Richard Sam Bera, tokoh penting dalam olahraga disabilitas di Indonesia Dr Nino Susanto, dan wartawan olahraga senior Eko Widodo.

Selama kurun waktu enam bulan, para mentor mencari atlet-atlet muda potensial, yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraganya namun juga mempunyai semangat yang mencerminkan nilai-nilai 'Start Your Impossible' dalam dirinya.

Akhirnya, pada awal tahun 2020 terpilihlah 20 atlet yang berasal dari berbagai daerah dan cabang olahraga seperti atletik, angkat besi, balap sepeda nomor MTB, selancar, renang, taekwondo, judo, serta juga terpilih dari atlet paralimpik untuk olahraga di bidang atletik, renang, boccia, dan tenis meja.

Baca juga: Program 'SATRIA', Toyota Pilih 20 Atlet Muda

Selama tahun 2020 atau kurun waktu 1 tahun, Toyota akan memberikan dukungan terhadap ke-20 atlet tersebut untuk membantu mereka dalam mewujudkan impiannya.

Dukungan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet, antara lain support untuk mengikuti turnamen/ kejuaraan di tingkat nasional ataupun internasional, training, alat-alat olahraga, maupun program mentoring and coaching.

Tidak hanya memberikan support dalam pengembangan skill atlet, nantinya dipilih enam orang di antaranya yang akan diberi kesempatan untuk berkunjung ke Olympic Games dan Paralympic Games Tokyo 2020.

Kunjungan ke event olahraga internasional 4 tahunan ini bertujuan untuk menambah khasanah wawasan para atlet muda tersebut serta diharapkan dapat memberikan motivasi dan menginspirasi mereka untuk dapat mewujudkan impiannya menjadi wakil Indonesia di ajang Olympic/ Paralympic Games di masa depan. [ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA