Gmail Kini Lebih Pintar dalam Mendeteksi Malware

IN
Oleh inilahcom
Senin 02 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Mountain View - Google dilaporkan telah menambahkan fitur baru di layanan email mereka, Gmail. Fitur anyar itu berupa pemindai malware yang mungkin dibawa dan tersembunyi di dokumen lampiran (attachment) email yang diterima pengguna Gmail.

Dikembangkan dengan model pembelajaran mesin alias machine learning, fitur baru ini mampu mendeteksi dan memblokir lebih dari 99,9 persen ancaman sebelum masuk Inbox pengguna.

"Salah satu perlindungan utama kami adalah pemindai malware yang memproses lebih dari 300 miliar lampiran setiap pekan untuk memblokir konten berbahaya. 63 persen dari dokumen berbahaya yang kami blokir berbeda dari hari ke hari," kata tim keamanan Google di blog resmi mereka.

Google telah menambahkan pemindai dokumen baru dengan mengandalkan teknologi pembelajaran mendalam (deep learning).

Teknologi Gmail sangat membantu dalam mendeteksi serangan permusuhan dan acak. Dalam kasus ini, pemindai baru telah meningkatkan tingkat deteksi hingga 150 persen.

Pemindai baru Gmail menggunakan model deep learning TensorFlow yang berbeda yang dilatih dengan TFX (TensorFlow Extended) dan penganalisa dokumen khusus untuk setiap jenis file.

Penganalisa dokumen bertanggung jawab untuk menguraikan dokumen, mengidentifikasi pola serangan umum, mengekstraksi makro, dan melakukan ekstraksi fitur.

"Memperkuat kemampuan deteksi dokumen kami adalah salah satu area fokus utama Gmail, karena dokumen jahat mewakili 58 persen malware yang menargetkan pengguna Gmail," kata tim keamanan Google.

"Kami masih aktif mengembangkan teknologi ini, dan saat ini, kami hanya menggunakannya untuk memindai dokumen Office. Kami akan terus secara aktif memperluas penggunaan AI untuk melindungi Inbox pengguna kami, dan untuk tetap terdepan dalam serangan," pungkas mereka. [ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA