ONE Esports Gelar Turnamen Dota 2 di Indonesia

IN
Oleh inilahcom
Rabu 04 Maret 2020
share
(ist)

INILAHCOM,Jakarta -ONE Esports, anak perusahaan dari ONE Championship (ONE), properti media olahraga global di Asia bekerjasama dengan PGL, mengumumkan jadwal resmi turnamen ONE Esports Dota 2 Indonesia Invitational.

Kompetisi ini akan memperebutkan total hadiah senilai US$ 500 juta akan diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 23 hingga 29 November 2020.

Carlos Alimurung, CEO of ONE Esports mengatakan kesuksesan ONE Esports Dota 2 Singapore World Pro Invitational tahun lalu, akan dilanjutkan pada tahun ini, dan akan diselenggrakan di Indonesia. Pihaknya akan melanjutkan investasi pada ekosistem Dota 2.

"Saya sangat senang sekali mengumumkan kembali turnamen ini di Indonesia pada bulan November 2020 mendatang setelah turnamen Singapore Major sebelumnya di bulan Juni 2020. Seperti biasa, kita akan menghadirkan tim-tim pro terbaik dunia untuk saling berkompetisi dan para fan dapat menyaksikan secara langsung pertandingan yang seru, sesi Ketemu Para Bintang (Meet and Greet), Parade Kostum (Cosplays) dan tentunya pengalaman seumur hidup di even kami," kata Carlos melalui siaran pers, Rabu (4/3).

Carlos mengunglapkan, pada ajang ONE Esports Dota 2 Singapore World Pro Invitational yang berlangsung pada tanggal 17-19 Desember tahun lalu dimenangi tim dari Tingkok, Vici Gaming. Turnamen tersebut, kata dia, menarik perhatian sebanyak 88 juta pemirsa seluruh dunia dengan lebih dari 464.000 pemirsa menyaksikan secara bersamaan. "Sebanyak 24 negara ikut serta.

Tim-tim terbaik top dunia yang ikut adalah Alliance, Evil Geniuses, Gambit Esports, J.Storm, PSG.LGD, Natus Vincere, Team Aster, Team Liquid, Team Secret, TNC Predator, Vici Gaming, dan Virtus.pro," ujar Carlos.

Untuk seri selanjutnya, lanjut Carlos, ONE Esports Dota 2 adalah bertajuk ONE Esports Dota 2 Indonesia Invitational yang akan mempertemukan kembali pemain-pemain dan tim-tim terbaik dunia di Dota 2. "Semua peserta akan bersaing memperebutkan total hadiah US$ 500.000," tutur Carlos.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA