https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   17 March 2020 - 06:30 wib

Kencan Online di Tengah Wabah Virus Corona

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, San Francisco - Para pengguna aplikasi kencan online di AS merasa kebingungan bagaimana kelanjutan kehidupan percintaan mereka di tengah wabah virus corona, mulai apa yang bisa diobrolkan lewat aplikasi sampai apakah perlu bertemu langsung.

Mengutip CNET, seorang pengguna Tinder bernama Chloe McDonnell menilai topik tentang virus corona bukan pembuka obrolan yang menyenangkan, apalagi jika dijadikan candaan.

"Kalau saya ingin kenal seseorang, virus corona bukan obrolan yang saya inginkan," kata dia.

Sementara seorang pengguna aplikasi kencan yang diidentifikasi bernama Meagan ingin bicara tentang corona, terutama tentang tempat-tempat yang dikunjungi dalam waktu dekat.

"Saya rasa ini adil, jujur, orang-orang tahu kalau saya bepergian. Mereka bisa memutuskan apakah ingin bertemu," kata dia.

Beberapa negara di dunia memberlakukan 'lockdown', menutup tempat-tempat publik seperti sekolah, restoran, sampai destinasi wisata untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Warga diimbau tinggal di rumah dan menjauhi keramaian, bahkan beberapa menyarankan jarak aman jika harus bertemu dengan orang lain dan untuk sementara waktu tidak bersalaman.

Para pengguna aplikasi kencan ini juga merasa khawatir, apakah mereka bisa bergandengan tangan ketika bertemu teman kencan. Pikiran-pikiran itu membuat mereka ragu untuk bertemu langsung dengan teman kencan.

Aplikasi OKCupid mengadakan jajak pendapat, apakah para pengguna mau pergi kencan saat wabah seperti ini, 92 persen pengguna di AS mengatakan 'ya'. Di Italia, hanya 45 persen pengguna yang mau pergi kencan, sedangkan di Korea Selatan 71 persen.

OKCupid mencatat ada kenaikan percakapan baru sebanyak 7 persen selama sepekan terakhir.

Pendiri aplikasi kencan Say Allo, Zackary Lewis, menyatakan ada kenaikan 350 persen penggunaan fitur kencan lewat video, terutama di kota-kota yang memiliki kasus virus corona di AS, seperti Denver, Los Angeles, dan New York.

Adapun platform kencan online JWed, untuk Yahudi dan ingin menikah, selangkah lebih maju menyikapi wabah corona, mereka mengadakan Virtual Dating Initiative, aksi kencan virtual, bulan ini.

Mereka menyiapkan pengatur jadwal untuk kencan lewat video. CEO JWed Ben Rabizadeh menyatakan mereka ingin meniru kencan di dunia nyata semirip mungkin karena orang-orang ragu untuk bertemu di saat seperti ini.

Beberapa orang tetap bertemu dengan teman kencan meski pun sedang wabah, seperti Liz, 29 tahun, yang tinggal di New York City. Dia mengaku persiapan kencannya termasuk mencuci tangan dan tidak menyentuh wajahnya sendiri.

Sementara William dari Atlanta bergurau bahwa dia mencari perempuan yang bekerja di lembaga kesehatan CDC di Atlanta, supaya mendapatkan pertolongan apabila sakit. [ikh]

 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

Viral

Wamenkes: Vaksinasi dan Protokol kesehatan Terbukti Mampu Turunkan Sebaran Virus

Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan sejumlah negara yang vaksinasi
berita-headline

IXU

Apakah Wudhu Bisa Menghilangkan Virus?

PertanyaanApakah Wudhu Bisa Menghilangkan Virus?JawabanMenurut dr. M
berita-headline

Viral

Studi: Vaksin Turunkan Risiko Infeksi Covid-19

Evaluasi efektivitas vaksin COVID-19 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan K
berita-headline

Viral

Sejumlah Perkembangan Terkini Pandemi COVID-19 di Dunia

Reuters merangkum sejumlah perkembangan terkini pandemi COVID-19 di dunia. Apa saja?