Twitter Rilis 'Event Page' COVID-19 di Indonesia

IN
Oleh inilahcom
Rabu 25 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Twitter meluncurkan fitur 'Event Page' untuk memberikan informasi resmi dan tepercaya mengenai wabah virus corona (COVID-19) secara real time dari lembaga pemerintah, pejabat pemerintah, masyarakat sipil, dan juga media.

Fitur 'Event Page' COVID-19 kini sudah tersedia di Indonesia dan negara-negara Asia Pasifik lainnya (Australia, Filipina, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Thailand). Fitur ini terletak di bagian atas linimasa beranda (home timeline) pengguna ponsel dan di bagian #Explore pada desktop.

"Untuk mengakses 'Event Page' pada desktop, pengguna cukup klik ikon tagar di bagian kiri. Setelahnya, akan muncul banner biru dengan tulisan COVID-19 yang dapat diklik sehingga Anda akan masuk ke event page yang berisi informasi terkini mengenai COVID-19 dari sumber-sumber resmi dan tepercaya," kata Twitter, dalam keterangan tertulisnya kepada INILAHCOM.

Dengan banyaknya pengguna Twitter yang terdiri dari para ahli, akun resmi pejabat negara, ahli medis, dan ahli epidemiologi; Twitter ingin mengamplifikasikan informasi yang berasal dari sumber tepercaya ini lebih jauh lagi.

Melindungi Percakapan

Kekuatan dari transparansi informasi dalam sebuah layanan yang terbuka akan jelas terlihat ketika terjadi krisis dalam kesehatan masyarakat.

Karakter Twitter yang cepat dan melampaui batas memberikan kesempatan yang besar untuk menyampaikan pesan dan memastikan pengguna mendapatkan akses informasi terkini dari sumber-sumber tepercaya dari berbagai belahan dunia.

Untuk mendukung misi tersebut, tim global dari Trust & Safety Twitter tidak akan memberikan toleransi kepada informasi yang dimanipulasi dan pencobaan-pencobaan lain yang berusaha untuk menyalahgunakan layanan kami di situasi yang sangat penting ini.

Twitter sudah memperluas peraturan keselamatan mereka bagi konten-konten yang dapat membahayakan publik terkait penyebaran virus corona. Twitter pun mewajibkan pengguna untuk menghapus konten yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk menularkan virus tersebut, yang meliputi:

- Penolakan untuk mengikuti arahan dari para ahli.
- Ajakan untuk menggunakan perawatan, pencegahan, dan teknik diagnosa yang fiktif atau palsu.
- Konten menyesatkan yang berasal dari pengguna yang mengaku sebagai ahli atau otoritas negara.

Verifikasi Prioritas kepada Ahli Medis

Twitter bekerja sama dengan otoritas kesehatan di seluruh dunia untuk mengidentifikasi ratusan ahli medis, serta melakukan verifikasi terhadap akun mereka.

"Untuk para ahli #COVID19: kami memprioritaskan verifikasi akun Twitter bagi mereka yang terdaftar/ memiliki e-mail yang berasosiasi langsung dengan organisasi atau institusi berwenang. Kami juga mempertimbangkan untuk menerima masukan dari publik, tapi Twitter akan memilah masukan-masukan tersebut sesuai dengan anjuran dari otoritas kesehatan masyarakat dunia dan mitra," lanjut keterangan Twitter.

Perluasan Pencarian Cepat secara Global tentang COVID-19

Diluncurkan enam hari sebelum penetapan resmi mengenai COVID-19 pada Januari lalu; Twitter mendedikasikan pencarian cepat untuk memastikan saat pengguna mencari informasi tentang Covid-19, mereka akan mendapatkan informasi yang tepercaya dan berasal dari sumber resmi pemerintah pada kolom teratas pencarian.

Twitter mengamati percakapan secara konsisten untuk memastikan, bahwa seluruh kata kunci --termasuk kata yang sering salah dieja-- juga muncul saat pengguna melakukan pencarian cepat.

Di Indonesia, Twitter mendukung usaha Kementerian Kesehatan (@kemenkesRI) dengan mengaktifkan notifikasi tentang COVID-19 pada Februari lalu. Notifikasi tersebut terhubung dengan situs resmi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.

"Bermitra dengan lebih dari 60 lembaga pemerintah di seluruh dunia, notifikasi COVID-19 kini tersedia di 66 wilayah dalam 27 bahasa. Kami akan terus memperluas notifikasi ini sesuai dengan kebutuhan di masa yang akan datang," kata Twitter.

Perlindungan dan Kemitraan Lainnya

Berdasarkan Kebijakan Konten tidak Layak dari Twitter, pencobaan dalam memanfaatkan wabah COVID-19 untuk memperlihatkan iklan yang tidak pantas akan dihentikan.

Entitas pemerintah yang ingin mengirimkan informasi kesehatan kepada publik akan diizinkan untuk menggunakan COVID-19 promote ads.

"Dalam kasus COVID-19, kami sudah menambahkan pengamanan untuk memfasilitasi penyebaran informasi mengenai kesehatan masyarakat yang tepercaya untuk menekan potensi yang dapat membahayakan pengguna. Sekarang, kami melarang seluruh promosi yang berhubungan dengan masker operasi/medis dikarenakan tingginya hubungan COVID-19 dengan oknum-oknum yang mengakibatkan terjadinya peningkatan harga barang secara global," tegas Twitter.

Sebagai platform publik, data di Twitter digunakan untuk penelitian setiap harinya dan pusat kajian penelitan ini dapat diakses secara publik.

"Kami menyambut penggunaan data Twitter untuk mendukung penelitian COVID-19. Kami juga akan mengeksplorasi lebih jauh tentang kemitraan #DataForGood untuk menilai bagaimana produk data Twitter dapat meningkatkan pemahaman akademisi dan LSM tentang kedaruratan kesehatan masyarakat di era sekarang dan masa depan," kata Twitter lagi.

Apa yang dapat Anda lakukan?

Tahukah Anda cara menggunakan Twitter di kondisi saat ini? Ikuti akun WHO Indonesia (@WHOIndonesia), Kementerian Kesehatan (@KemenkesRI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (@kemkominfo), dan Kawal COVID19 (@kawalcovid19) --cari tahu informasi kesehatan hanya dari lembaga resmi yang tepercaya.

Jika pengguna melihat konten yang mencurigakan atau menyesatkan, dapat segera melaporkannya ke Twitter. Terlebih penting, pikirkan dahulu sebelum bercuit.

"Melalui Twitter Moments, Twitter mengkurasi konten-konten yang dapat membantu pengguna untuk memahami apa yang terjadi terkait COVID-19 secara global. Pengajar dan orang tua dapat memberikan penjelasan dengan alur literasi media kami, di mana konten ini dibuat berdasarkan kerja sama dengan UNESCO (@UNESCO), yang dapat diunduh di sini," kata Twitter.

Jejaring sosial mikrobloging itu pun berkomitmen untuk mengambil bagian dalam penyediaan informasi terkini seiring dengan perkembangan situasi yang terjadi.

Untuk informasi lebih lanjut, pengguna juga dapat mengikuti akun Twitter Safety (@TwitterSafety) dan Twitter Public Policy (@Policy). [ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA