Ford Tutup Sementara Semua Pabrik Mereka di Dunia

TA
Oleh taufiqqurakhman
Rabu 25 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Dearborn - Produsen mobil AS, Ford Motor Company, memutuskan menutup sementara pabrik-pabriknya yang tersebar di Amerika Selatan, Amerika Utara, Asia, Eropa, hingga Afrika akibat dampak yang meningkat dari pandemik virus corona (COVID-19).

Penangguhan produksi secara bertahap mulai 21 Maret itu akan berlanjut hingga beberapa pekan ke depan tergantung pada situasi pandemik, pembatasan nasional, kendala pemasok, dan kondisi stok diler.

"Kesehatan dan keselamatan karyawan, diler, pelanggan, mitra, dan komunitas kami adalah prioritas utama kami," kata Mark Ovenden, President International Markets Group at Ford Motor Company.

Ford pun merinci, pada 21 Maret 2020 menutup pabrik perakitan kendaraan dan pembuat mesin di Chennai, India, selanjutnya pabrik Perakitan Haiduong Ford Vietnam Limited mulai 26 Maret 2020.

Sehari kemudian, Ford akan menghentikan sementara operasi Ford Motor Company (Thailand) Limited, dan 27 Maret 2020 akan berlanjut ke Pabrik Perakitan Silverton (Pretoria) dan Pabrik Mesin Struandale (Port Elizabeth) di Afrika.

Langkah-langkah yang diumumkan itu mengikuti tindakan yang sebelumnya diumumkan oleh Ford, termasuk penghentian sementara produksi kendaraan dan mesin di Amerika Utara, Eropa, dan Amerika Selatan.

Ford juga mewajibkan karyawan untuk bekerja dari jarak jauh kecuali mereka melakukan pekerjaan penting bisnis yang mengharuskan berada di tempat kerja.

Kebijakan jarak jauh yang dijalankan perusahaan akan berlanjut sampai pemberitahuan lebih lanjut dalam upaya berkelanjutan untuk membantu mengendalikan virus.

Langkah pencegahan juga diambil Ford untuk melindungi keselamatan sejumlah kecil karyawan yang tidak dapat bekerja dari rumah.

Di Eropa, Ford menangguhkan operasi fasilitas Dagenham Engine Plant di London timur mulai Senin, 23 Maret lalu.

Bridgend Engine Plant di South Wales sementara akan menghentikan produksi dari Rabu, 25 Maret 2020.

"Selama periode empat pekan ini, semua karyawan kami akan menerima pembayaran setidaknya setara dengan gaji pokok mereka," jelas Ford.

Sementara di Amerika Selatan, Ford menangguhkan produksi pabrik di Brasil dan Argentina. [ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA