Apple Harus Hadapi Lemahnya Daya Beli Pasar

IN
Oleh inilahcom
Minggu 29 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Cupertino - Manufaktur untuk perangkat Apple di China sudah mulai beroperasi setelah beberapa bulan belakangan terpaksa ditutup akibat wabah virus corona di negara tersebut.

Meski pun sudah buka, Apple harus menghadapi seperti apa daya beli pasar untuk iPhone karena ekonomi melemah akibat pandemi virus corona (COVID-19) yang meluas ke berbagai negara.

Kepada Reuters, seorang petinggi di pabrik perakitan Apple yang minta namanya dirahasiakan, menyebut bahwa permintaan kuartal pertama iPhone turun 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Sekarang tidak lagi soal tenaga kerja atau kekurangan material (di China), tapi, apakah permintaan dari AS dan Eropa mencukupi," kata dia, seraya menambahkan kedua wilayah tersebut kini menjadi fokus penjualan.

Pemasok panel layar untuk Apple juga mengalami keresahan yang sama, mereka semula akan mengirimkan 70 juta display untuk iPhone tahun ini. Namun, melihat kondisi terakhir, mereka menurunkan target menjadi 58 juta unit.

Mereka juga berencana mengurangi pekerja di pabrik di Vietnam, yang berada di lini produksi untuk Apple.

Sementara itu, produksi untuk smartphone yang bisa terhubung ke jaringan 5G terpaksa ditunda, namun, ada kemungkinan perangkat-perangkat tersebut akan diluncurkan sesuai jadwal pada musim gugur tahun ini.

Apple juga dihadapkan pada masalah rantai pasokan karena beberapa negara, termasuk Malaysia dan Vietnam, yang saat ini tengah menerapkan sejumlah pembatasan untuk melawan virus corona. [ikh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA