Riset Opensignal

Pemakaian WiFi di Rumah Saat Wabah Corona Melonjak

IN
Oleh inilahcom
Kamis 02 April 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Opensignal baru saja merilis analisis perubahan perilaku pengguna seluler dan pengalaman jaringan yang terjadi selama pandemi virus corona (COVID-19).

Opensignal berencana berbagi data dan temuan guna membantu para operator seluler, regulator telekomunikasi, dan pemerintah untuk mempersiapkan dan menanggapi tantangan yang ada dikarenakan kehadiran virus tersebut, pada masa-masa luar biasa ini.

Dalam keterangan tertulisnya, Hardik Khatri (Technical Analyst) dan Sam Fenwick (Senior Analyst) menjelaskan, banyak negara yang sudah menerapkan pembatasan mobilisasi bagi warga negaranya untuk mengurangi penyebaran virus tersebut. Setiap negara berada pada tahap yang berbeda dalam proses transisinya.

Indikator awal untuk mengenali perubahan yang terjadi adalah persentase waktu rata-rata yang dihabiskan pengguna smartphone untuk terhubung ke jaringan WiFi (Time on WiFi atau waktu penggunaan WiFi).

Ketika orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, Time on WiFi pun meningkat. Biasanya, orang lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk terhubung ke jaringan WiFi pada akhir pekan dan selama hari libur nasional. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan waktu yang dihabiskan di rumah.

Di beberapa negara, persentase waktu yang dihabiskan masyarakatnya untuk terhubung ke jaringan WiFi dapat meningkat bahkan sebelum pemerintah memberlakukan tindakan karantina secara resmi, seperti yang kita lihat di banyak propinsi utara Italia selama tahap awal wabah corona virus.

Tetapi sekarang, semakin banyak negara ikut menerapkan pembatasan tersebut dan Opensignal mengamati peningkatan Time on WiFi tersebut.

Berikut rangkumannya:

- Asia

Adanya lonjakan terhadap Time on WiFi dari minggu ke minggu di Filipina pada minggu ketiga Maret, yang dimulai pada 16 Maret 2020, dimana pulau utama negara tersebut sedang dalam masa karantina.

Opensignal juga mendeteksi adanya sedikit peningkatan, namun masih signifikan, Time on WiFi dari minggu ke minggu di Filipina pada minggu kedua Maret.

Negara lain juga mengalami peningkatan yang signifikan pada minggu ketiga Maret, termasuk Malaysia dan Australia.

"Kami juga melihat adanya tanda-tanda peningkatan Time on WiFi di Thailand. Namun, Time on WiFi menurun di Korea Selatan, kemungkinan dikarenakan berkurangnya kekhawatiran masyarakat setempat untuk sementara ini," kata Opensignal.

- Eropa

Banyak negara di Eropa yang melihat adanya peningkatan yang besar terhadap persentase waktu yang dihabiskan pengguna smartphone untuk terhubung ke jaringan WiFi pada minggu ketiga Maret. Sampai saat ini, lonjakan dari minggu ke minggu tertinggi dicatat oleh pengguna di Spanyol.

Ini merupakan lockdown seminggu penuh pertama bagi Spanyol, dimana negara tersebut juga dinyatakan sebagai negara kedua terparah di Eropa yang dilanda wabah COVID-19.

Italia melihat perubahan ini terjadi lebih awal, dengan peningkatan yang sudah dimulai pada minggu terakhir bulan Februari.

- Amerika Utara

Di Amerika Utara, mendeteksi adanya peningkatan signifikan dalam persentase waktu yang dihabiskan pengguna smartphone untuk terhubung ke jaringan WiFi pada minggu ketiga Maret, dimulai pada 16 Maret 2020, dengan perubahan terbesar yang terjadi di Kanada.

Pada tanggal 15 Maret 2020, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan untuk tidak melakukan pertemuan yang terdiri dari 50 orang atau lebih selama delapan minggu ke depan. Minggu ketiga Maret juga dimulai dengan adanya penutupan sejumlah bar, teater, dan bioskop di New York.

- Amerika Selatan dan Tengah

Amerika Selatan juga menunjukkan peningkatan persentase waktu yang dihabiskan pengguna smartphone untuk terhubung ke jaringan WiFi. Pengguna di Argentina, Brasil, dan Peru menghabiskan Time on WiFi lebih banyak pada minggu ketiga Maret, dimulai pada 16 Maret 2020, dimana sejauh ini, Peru mengalami peningkatan dari minggu ke minggu terbesar.

Ini adalah minggu dimana karantina 15 hari mulai diberlakukan di negara tersebut, bersamaan dengan aturan jam malam mulai pukul 20.00 hingga 05.00.

Sebaliknya, negara bagian Brasil yang paling parah terkena dampak, Sao Paulo, tidak memberlakukan lockdown hingga 24 Maret 2020.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA