Apple Buka Kembali Sejumlah Toko pada Mei Ini

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Senin 04 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, San Francisco - Apple berencana untuk mulai membuka kembali lebih banyak toko pada Mei ini, setelah menutup toko yang berlokasi di luar China akibat pandemi virus corona (COVID-19).

CEO Apple Tim Cook mengatakan Apple Store di Australia dan Austria dapat dibuka kembali dalam dua pekan ke depan.

Beberapa toko juga akan dibuka kembali di AS pada paruh pertama Mei. Namun, Cook menambahkan, jumlahnya 'tidak terlalu banyak'.

"Keputusan untuk membuka kembali toko akan dibuat berdasarkan lokasi, tergantung pada keadaan di wilayah tersebut," ujar Cook, seperti dilansir The Verge.

Apple membuka kembali satu-satunya toko di Korea Selatan pada pertengahan April, namun sebelumnya tidak pernah mengumumkan rencana pembukaan kembali secara spesifik di luar itu.

Awal pekan lalu, kepala ritel Apple, Deirdre O'Brien, mengatakan bahwa perusahaan teknologi yang mermarkas di Cupertino, California, AS itu berharap dapat membuka kembali 'lebih banyak' toko pada Mei ini.

Apple awalnya menutup semua toko ritel di China pada Februari, namun telah membuka kembali toko-toko di lokasi tersebut pada pertengahan Maret.

Penutupan toko telah menimbulkan masalah bagi Apple dan pelanggannya. Selain penurunan penjualan, penutupan toko juga mengganggu layanan utama untuk pelanggan Apple, yaitu perbaikan perangkat, yang biasanya dapat dilakukan di toko.

Untuk saat ini, beberapa pelanggan yang perangkatnya sedang diperbaiki terpaksa merelakan perangkatnya terjebak di dalam toko karena penutupan.

Penutupan toko juga menjadi pukulan bagi bisnis layanan perlindungan dan garansi perangkat Apple Care. Cook pun menyebut lebih banyak pelanggan yang mulai berbelanja secara online, meskipun dia tidak yakin bahwa peralihan ke belanja online akan bertahan lama.

"Apakah itu perubahan permanen, saya ragu untuk hal itu. Saya pikir orang-orang suka keluar dan bepergian, tapi mereka tahu bahwa sekarang bukan saatnya untuk melakukan itu," dia menambahkan.

Apple juga berharap penutupan kantor pusat di Cupertino dapat dilakukan setidaknya hingga awal Juni mendatang.

Ketika dibuka kembali nanti, Apple berencana untuk melakukan pemeriksaan suhu, menerapkan pembatasan sosial dan menetapkan untuk menggunakan masker, serta memfasilitasi tes bagi karyawan yang berpotensi terinfeksi virus corona.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA