AS Ingin Bangun Pabrik Chipset di Dalam Negeri

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Rabu 13 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Washington DC - Pemerintah AS kabarnya tengah menjadi diskusi dengan sejumlah perusahaan semikonduktor agar mereka mau membangun pabrik chipset di wilayah AS.

Reuters melaporkan bahwa Intel Corp sedang berdiskusi dengan Departemen Pertahanan AS untuk memperbaiki sumber domestik untuk mikroelektronik dan teknologi.

"Intel berada dalam posisi yang baik untuk bekerja dengan Pemerintah AS untuk mengoperasikan 'foundry' komersial milik AS dan memasok mikroelektronik yang aman," kata William Moss, juru bicara Intel dalam pernyataan resmi perusahaan.

'Foundry' merupakan istilah yang digunakan di industri teknologi untuk menyebut pabrik chipset.

Perusahaan semikonduktor lainnya, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), juga sedang berdiskusi dengan Departemen Perdagangan AS soal membangun pabrik di wilayah AS, namun, belum ada keputusan tentang rencana tersebut.

"Kami mengevaluasi secara aktif semua lokasi yang cocok, termasuk AS, namun, belum ada rencana nyata," kata Nina Kao, juru bicara TSMC, dalam keterangan terpisah.

Sementara, The Wall Street Journal melaporkan TMSC juga tengah menjadi diskusi dengan Apple Inc, salah satu pelanggan mereka, soal membangun pabrik chipset di AS.

Namun, pihak TSMC menolak berkomentar soal diskusi dengan Apple.

Pada Maret lalu, CEO Intel Bob Swan, melalui surat kepada Departemen Pertahanan AS menyatakan ingin membangun sebuah 'foundry', bekerja sama dengan Pentagon.

"Ini paling penting, mengingat ketidakpastian karena situasi geopolitik saat ini," kata Swan dalam surat tertanggal 30 Maret 2020.

Situasi yang dimaksud adalah ketegangan antara AS dengan China karena pandemi virus corona (COVID-19), kedua negara saling menyalahkan siapa yang menyebarkan penyakit tersebut.

Laporan dari The Wall Street Journal juga menyebutkan Pemerintah AS membantu Samsung Electronics untuk memperluas kontrak operasional pabrik mereka di AS. Samsung memiliki pabrik chipset di Austin, Texas.

Pihak Samsung, Apple, dan Departemen Perdagangan AS juga belum mau berkomentar atas kabar ini.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA