Lindungi Pekerja

Apple Tingkatkan Prosedur Keselamatan

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Minggu 17 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Cupertino - Mitra manufaktur Apple secara global tengah membuat perubahan prosedur keselamatan untuk melindungi pekerja dengan lebih baik selama pandemi virus corona (COVID-19), sebagaimana tertulis dalam laporan tanggung jawab supplier Apple.

Senior Vice President of Operations Apple Sabih Khan, yang juga bertanggung jawab atas rantai pasokan global perusahaan, merinci perubahan yang dibuat oleh para pemasok perusahan yang tertera dalam surat di awal laporan tersebut.

"Apple telah bekerja sama dengan rantai pasokannya secara global pada serangkaian perlindungan yang sesuai dengan keadaan di masing-masing negara, termasuk pemeriksaan kesehatan, pembatasan jumlah pekerja, dan memastikan berjalannya kebijakan untuk mengatur jarak sosial di pabrik mereka," kata Khan, deperti dilansir The Verge.

Menurut dia, Apple akan mewajibkan penggunaan peralatan pelindung diri selama bekerja dan di semua area umum.

Raksasa teknologi AS itu juga telah bekerja sama dengan mitra rantai pasokannya untuk menerapkan peningkatan protokol pembersihan dan sterilisasi, juga menyediakan masker dan hand sanitizer bagi para pekerja.

Apple juga telah bekerja sama dengan para pemasok untuk menerapkan jam kerja dan shift kerja yang fleksibel untuk memungkinkan pekerja memaksimalkan ruang dalam menjaga jarak antarorang.

"Sejak awal, kami bekerja dengan pemasok kami untuk mengembangkan dan melaksanakan rencana yang mengutamakan kesehatan pekerja," kata Khan.

"Ribuan karyawan Apple telah bekerja tanpa lelah untuk melaksanakan rencana itu dalam kemitraan dengan pemasok kami di seluruh dunia," dia menambahkan.

CEO Apple Tim Cook, pada April, telah memberitahu karyawan bahwa perusahaan kemungkinan akan menerapkan pemeriksaan suhu dan jarak sosial ketika para karyawan kembali ke kantor. Beberapa karyawan kemungkinan akan kembali ke kantor dalam waktu dekat.

Setelah menutup semua toko ritelnya di luar AS pada pertengahan Maret lalu, sejumlah toko di AS, seperti di Idaho, South Carolina, Alabama, dan Alaska tampaknya akan dibuka, dan karyawan di toko-toko itu akan diminta untuk memeriksa suhu tubuh dan memakai masker.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA