Uber Kembali PHK Lebih dari 3.000 Karyawan

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Rabu 20 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, San Francisco - Perusahaan transportasi online Uber memangkas lebih dari 3.000 karyawan dalam hanya kurang dua pekan setelah putaran awal pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam emailnya kepada karyawan pada Senin (18/5/2020), CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan bahwa pihaknya juga akan menutup atau mengonsolidasikan 45 kantor di seluruh dunia dan sedang mempertimbangkan perampingan untuk bisnis lain, seperti pengiriman.

"Neraca kami kuat, (Uber) Eats sangat baik, wahana terlihat sedikit lebih baik, mungkin kita bisa menunggu virus sialan ini keluar ... Saya ingin ada jawaban yang berbeda," kata Khosrowshahi kepada karyawan via email, seperti dilaporkan CNCB.

"Biarkan aku berbicara dengan beberapa CEO lagi ... mungkin salah satu dari mereka akan memberitahuku kabar baik, tetapi tidak ada kabar baik untuk didengar," imbuh dia.

Babak terakhir perampingan Uber, pada 6 Mei 2020, memengaruhi 3.700 karyawan, yang merupakan 14 persen dari tenaga kerja Uber saat itu. Putaran PHK baru ini akan meninggalkan Uber dengan sekitar 20.000 karyawan.

Khosrowshahi mengatakan kepada karyawan dalam email bahwa Uber telah bekerja untuk memberikan manfaat pesangon yang kuat dan dukungan lain bagi mereka yang meninggalkan Uber, seperti cakupan layanan kesehatan dan direktori bakat alumni.

Dalam pengajuan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa pada Senin lalu, Uber memperkirakan akan mengeluarkan biaya US$175 juta hingga US$220 juta terkait dengan PHK sebagian besar pada kuartal kedua (Q2) 2020, termasuk sekitar US$110 juta hingga US$140 juta yang terkait dengan pesangon.

Biaya tersebut sudah termasuk untuk penutupan kantor perwakilan di beberapa negara.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA