COVID-19 Percepat Transisi Era Mobil Listrik?

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Minggu 24 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Badai pandemi virus corona (COVID-19) menghantam seluruh lini industri, tak terkecuali bisnis otomotif yang turun hingga 79 persen di China, dan penyusutan drastis di pasar Eropa, seperti Inggris, Italia, dan Spanyol.

Namun, menurut ekonom ING Joanna Konings, ada setitik optimisme pada industri otomotif di balik pandemi ini, yakni keinginan untuk memiliki kendaraan pribadi demi meminimalisir kontak dengan orang lain, salah satunya adalah mobil listrik.

"Permintaan untuk memiliki mobil meningkat selama krisis COVID-19 sejauh ini. Kami tidak melihat hal itu dalam hal penjualan mobil, tetapi kami melihatnya dalam hal upaya konsumen mencari kendaraan juga menurut survei," kata Konings seperti dilansir Reuters.

"Pandemi menyebabkan ketakutan atas risiko infeksi yang membuat konsumen menghindari transportasi umum dan pada akhirnya meningkatkan permintaan mobil," dia melanjutkan.

Jika memang permintaan mobil meningkat, para pembuat mobil dapat mengambil peluang untuk mempercepat peluncuran atau sekedar mengenalkan kembali mobil listrik, sebagai langkah lanjutan atas pengembangan yang sudah mereka jalankan sejak sebelum COVID-19 menyebar.

Konings berpendapat, harga minyak dunia yang turun tidak akan banyak mempengaruhi penjualan mobil konvensional. Sebaliknya, permintaan mobil listrik dapat bersaing tanpa dipengaruhi harga minyak.

Selain itu, dia mengatakan bahwa pembuat kebijakan dapat memaksimalkan upaya jarak sosial dengan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik.

Sayangnya, upaya itu sulit dilakukan karena otomotif merupakan industri paling kompleks di dunia, karena melibatkan sekitar 10.000 pemasok dalam rantai pasok kendaraan. Maka tak heran, industri itu salah satu yang paling terdampak selama pandemi COVID-19.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA